Minum Kopi Bantu Diet, Berapa Cangkir yang Harus Diminum per Hari?

Posted on

Kopi tak hanya bikin melek, tapi juga dikaitkan dengan peningkatan metabolisme dan pembakaran lemak. Ini hasil terbaru penelitian!

Kopi bukan sekadar minuman pelepas kantuk di pagi hari. Di balik rasanya yang pahit, kopi kerap dikaitkan dengan berbagai manfaat bagi tubuh.

Sejumlah penelitian menyoroti efek kopi terhadap metabolisme dan berat badan. Kandungan kafein dalam kopi dikenal bersifat stimulan.

Zat ini disebut mampu memengaruhi cara tubuh membakar energi. Tak heran jika kopi sering dikaitkan dengan program diet dan olahraga.

Minum kopi kerap dikaitkan dengan penurunan berat badan. Sejumlah riset menyebut minuman ini dapat membantu mengurangi lemak tubuh lewat pengaruhnya pada metabolisme dan mikrobiota usus.

Menurut studi 2021, Kandungan kafein dan antioksidan dalam kopi disebut mampu menghambat sel penyimpan lemak.

Efek antiinflamasi kopi juga dikaitkan dengan penurunan risiko obesitas dan sindrom metabolik.

Studi menyebut manfaat ini terlihat jika kopi dikonsumsi cukup banyak, sekitar 3-6 cangkir per hari.

Efektivitas kopi untuk menurunkan berat badan jangka panjang masih diperdebatkan. Studi pada tahun 2024 merangkum hasil riset soal potensi kopi dalam membantu diet.

Sebagian studi menilai kafein dan polifenol kopi dapat mendukung penurunan berat badan. Namun riset lain tidak menemukan hubungan langsung antara konsumsi kopi dan bobot tubuh.

Perbedaan hasil dipengaruhi pola makan, kebiasaan minum kopi, dosis kafein, dan berat badan peserta.

Meski begitu, kopi dinilai berpotensi membantu pencegahan obesitas pada sebagian orang.

Kopi dikenal sebagai minuman stimulan karena mengandung kafein. Zat ini dapat meningkatkan metabolisme sekaligus membuat tubuh lebih segar dan fokus setelah diminum.

Selain kafein, kopi juga mengandung theobromine, theophylline, dan asam klorogenat. Senyawa aktif ini ikut memengaruhi metabolisme dan membantu memperlambat penyerapan karbohidrat.

Kafein bekerja dengan menghambat adenosin, zat yang memicu rasa kantuk. Efek ini meningkatkan pelepasan dopamin dan norepinefrin sehingga tubuh terasa lebih berenergi dan waspada.

Studi tahun 2021 menyebut konsumsi kopi memberi efek positif pada daya tahan dan kemampuan fisik saat berolahraga.

Manfaatnya meliputi peningkatan daya tahan otot, kecepatan gerak, dan kekuatan. Asupan kafein 3-6 mg per kg berat badan terbukti meningkatkan performa, baik pada atlet maupun non-atlet.

Olahraga yang dibarengi pola makan seimbang dinilai efektif membantu menurunkan berat badan dan mencegah obesitas.

Kopi disebut mampu meningkatkan laju metabolisme tubuh. Metabolisme saat istirahat atau resting metabolic rate menentukan seberapa cepat tubuh membakar kalori.

Asupan kopi diketahui dapat menaikkan metabolisme sekitar 5-20%. Efek ini bisa berlangsung hingga tiga jam setelah kopi dikonsumsi.

Metabolisme yang lebih tinggi membuat pembakaran lemak lebih optimal. Namun, hasil maksimal tetap perlu didukung pola makan seimbang dan aktivitas fisik rutin.

Dikutip dari Healthline (11/7/25) berikut fakta kopi untuk menurunkan berat badan menurut penelitian:

1. Bisakah Kopi Bantu Menurunkan Berat Badan?

2. Apakah Manfaatnya dalam Jangka Panjang?

3. Apakah Kopi Merupakan Stimulan?

4. Kopi Dapat Mendukung Performa Olahraga

5. Kopi Bisa Meningkatkan Metabolisme Tubuh

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi

Kopi dikenal sebagai minuman stimulan karena mengandung kafein. Zat ini dapat meningkatkan metabolisme sekaligus membuat tubuh lebih segar dan fokus setelah diminum.

Selain kafein, kopi juga mengandung theobromine, theophylline, dan asam klorogenat. Senyawa aktif ini ikut memengaruhi metabolisme dan membantu memperlambat penyerapan karbohidrat.

Kafein bekerja dengan menghambat adenosin, zat yang memicu rasa kantuk. Efek ini meningkatkan pelepasan dopamin dan norepinefrin sehingga tubuh terasa lebih berenergi dan waspada.

Studi tahun 2021 menyebut konsumsi kopi memberi efek positif pada daya tahan dan kemampuan fisik saat berolahraga.

Manfaatnya meliputi peningkatan daya tahan otot, kecepatan gerak, dan kekuatan. Asupan kafein 3-6 mg per kg berat badan terbukti meningkatkan performa, baik pada atlet maupun non-atlet.

Olahraga yang dibarengi pola makan seimbang dinilai efektif membantu menurunkan berat badan dan mencegah obesitas.

3. Apakah Kopi Merupakan Stimulan?

4. Kopi Dapat Mendukung Performa Olahraga

Gambar ilustrasi

Kopi disebut mampu meningkatkan laju metabolisme tubuh. Metabolisme saat istirahat atau resting metabolic rate menentukan seberapa cepat tubuh membakar kalori.

Asupan kopi diketahui dapat menaikkan metabolisme sekitar 5-20%. Efek ini bisa berlangsung hingga tiga jam setelah kopi dikonsumsi.

Metabolisme yang lebih tinggi membuat pembakaran lemak lebih optimal. Namun, hasil maksimal tetap perlu didukung pola makan seimbang dan aktivitas fisik rutin.

5. Kopi Bisa Meningkatkan Metabolisme Tubuh

Gambar ilustrasi