Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Seorang karyawan di China dipecat usai menolak tampil di acara makan malam tahunan kantor. Pengadilan menyatakan PHK ilegal dan perusahaan wajib membayar kompensasi.
Acara makan malam tahunan perusahaan kerap disebut sebagai ajang hiburan sekaligus kebersamaan. Namun di balik suasana santai, tak jarang muncul tekanan tak tertulis bagi karyawan.
Hal inilah yang dialami seorang karyawan di Shenzhen, China, yang diduga dipecat setelah menolak permintaan manajernya untuk tampil di atas panggung.
Kasus ini dilaporkan oleh Sina News dan kemudian disorot oleh The Paper CN.
Seorang karyawan yang disebut dengan nama samaran Xiao Ming diminta menampilkan sketsa komedi dalam acara makan malam tahunan perusahaan yang digelar pada hari Sabtu.
Menurut laporan Federasi Serikat Pekerja Kota Shenzhen, manajemen sebelumnya menyebut acara tersebut bersifat tidak wajib, lapor Weird Kaya (22/1).
Namun Xiao Ming tetap diminta tampil menghibur tamu dan rekan kerja. Xiao Ming menolak permintaan itu dengan alasan beban kerja tinggi dan tenggat waktu pekerjaan yang ketat.
Penolakan tersebut rupanya memicu konflik dengan atasannya, yang menilai Xiao Ming bersikap tidak sopan.
“Acara ini katanya tidak wajib, dan tampil di panggung bukan bagian dari pekerjaan saya,” ujar Xiao Ming dalam pengaduannya.
Keesokan harinya, perusahaan langsung mengeluarkan surat pemutusan hubungan kerja.
Pihak perusahaan berdalih Xiao Ming tidak mematuhi instruksi, absen tanpa izin, serta melanggar aturan internal sehingga layak diberhentikan secara langsung.
Merasa dirugikan, Xiao Ming menggugat keputusan tersebut melalui jalur hukum ketenagakerjaan. Ia menegaskan bahwa dirinya dipecat hanya karena menolak ikut kegiatan yang tidak termasuk tugas resmi.
Perkara ini bergulir hingga melalui proses arbitrase, sidang tingkat pertama, dan akhirnya diselesaikan lewat sidang lanjutan serta mediasi.
Pengadilan memutuskan bahwa perusahaan telah melakukan pemutusan hubungan kerja secara ilegal.
“Pengadilan menyatakan kontrak kerja diakhiri secara tidak sah,” bunyi putusan tersebut. Perusahaan pun diwajibkan membayar kompensasi kepada Xiao Ming dalam bentuk uang tunai.
Menanggapi kasus ini, serikat pekerja di Shenzhen menjelaskan bahwa acara makan atau jamuan kantor tidak selalu benar-benar opsional.
Jika kehadiran atau partisipasi dikaitkan dengan penilaian kinerja, absensi, atau penghargaan, maka acara tersebut bisa dianggap wajib.
“Dalam kondisi seperti itu, karyawan tidak boleh dikenai sanksi karena tidak hadir atau tidak berpartisipasi,” jelas perwakilan serikat pekerja.






