5 Deretan Aturan Makan Paling Aneh di Restoran yang Pernah Bikin Heboh

Posted on

Setiap restoran memiliki aturan demi menjaga kenyamanan bersama. Namun, banyak juga restoran menerapkan peraturan tak biasa hingga terkesan nyeleneh. Ini daftarnya!

Aturan aneh di restoran termasuk larangan yang terdengar sepele, aturan yang sama sekali tidak berkaitan dengan makanan, hingga kebijakan ekstrem yang menuai kritik netizen.

Alih-alih hanya mengatur soal etika makan, beberapa restoran ini membuat batasan unik yang menyesuaikan selera pribadi pemilik atau alasan menjaga kualitas pengalaman bersantap.

Aturan-aturan tersebut tak jarang mengundang tawa, perdebatan, bahkan kecaman. Penasaran seperti apa saja kebijakan makan paling aneh yang pernah bikin heboh publik? Berikut lima deretannya.

1. Kafe Larang Berjudi hingga Menyisir Rambut

Kafe di Pune, India mendadak viral karena menerapkan peraturan restoran yang terbilang aneh dan mengundang tawa. Irani Cafe memasang daftar larangan panjang yang harus dipatuhi pengunjung tanpa pengecualian. Selain aturan umum seperti dilarang membawa makanan dari luar, merokok, atau menawar harga, kafe ini memberlakukan larangan tak biasa.

Pengunjung dilarang berjudi, membahas judi, menggoda kasir, memberi saran, hingga bermain game di ponsel. Bahkan aktivitas sepele seperti menyisir rambut, mengangkat kaki, tidur, berisik, meminta kembalian, mengupil, dan sikat gigi juga dilarang.

Aturan nyeleneh ini memicu komentar lucu dari netizen. Mereka menduga larangan tersebut lahir dari pengalaman kafe menghadapi pengunjung dengan tingkah laku ajaib sebelumnya.

2. Restoran Larang Pengunjung Pasang Lagu Tertentu

Sebuah restoran di Madison, Amerika Serikat, viral karena menerapkan peraturan aneh yang tak berkaitan dengan makanan, tetapi soal musik.

Restoran Baldwin Street Grille melarang pengunjung memutar lagu atau band tertentu selama makan. Daftar larangan ini mencakup nama-nama populer seperti Red Hot Chili Peppers, Weezer, Daft Punk, Gorillaz, hingga Metallica.

Aturan unik tersebut dibuat oleh sous-chef bernama Paul Wildhoney, penggemar berat musik metal, sebagai bentuk candaan dan ekspresi selera pribadi.

Tanpa disangka, aturan musik ini menyebar luas di internet dan mengundang tawa netizen. Meski awalnya risih, Paul akhirnya bersyukur karena peraturan nyeleneh itu memberi publisitas gratis pada restoran, bahkan ikut mengangkat dapur rekaman musik metal miliknya.

3. Pengunjung Dilarang Pakai Parfum

Beberapa waktu lalu ada restoran sushi mewah di London, Inggris yang mencuri perhatian karena menerapkan peraturan aneh yaitu melarang pengunjung memakai parfum.

Restoran Sushi Kanesaka, yang berlokasi di Dorchester Collection Hotel, meminta tamu datang tanpa aroma wewangian demi menjaga pengalaman bersantap. Dengan harga menu omakase mencapai £420 (Rp 9,6 juta) per orang, restoran ini menilai aroma parfum bisa mengganggu wangi alami cuka dan kesegaran ikan pada sushi.

Selain parfum, pengunjung juga dilarang mengenakan topi dan pakaian olahraga. Aturan tak biasa ini dibuat untuk memastikan fokus penuh pada cita rasa dan aroma sushi Edomae yang disajikan langsung oleh Chef Shinji Kanesaka.

4. Hukuman Cuci Piring untuk Anak-anak

Sebuah restoran di Spanyol viral karena menerapkan peraturan dan hukuman unik bagi pengunjung yang membawa anak-anak. La Herradura de Chalin, restoran sekaligus bar di Guadalajara, memasang pengumuman tegas untuk orangtua.

Jika anak-anak masuk ke area bar tanpa pengawasan, pihak restoran akan mengklaim mereka sebagai properti sementara dan akan menyuruh anak-anak tersebut untuk mencuci piring serta gelas kotor.

Aturan nyeleneh ini dibuat demi menjaga kenyamanan pengunjung lain. Pengumuman tersebut memicu beragam reaksi di media sosial.

Banyak netizen mendukung dan menilai aturan itu sebagai bentuk sindiran keras bagi orangtua yang abai saat membawa anak-anak ke restoran. Namun, ada juga yang menganggap bahasa peraturannya terlalu ekstrem dan tidak pantas diterapkan di tempat umum.

5. Restoran Larang Pengunjung Asal China Makan

Baru-baru ini ada sebuah restoran ramen di Osaka, Jepang, menuai sorotan karena menerapkan peraturan aneh yang cukup kontroversial.

Restoran bernama Gadoya (Iekei) ini secara terbuka melarang pelanggan asal China untuk makan di tempatnya. Aturan tersebut diumumkan lewat media sosial setelah insiden keributan yang melibatkan pelanggan China, yang bahkan membuat staf memanggil polisi.

Pihak restoran mengklaim sebagian besar masalah berasal dari pelanggan China. Tak hanya itu, restoran ini juga dikritik karena sistem harga berbeda berdasarkan bahasa di mesin pemesan menu.

Saat bahasa diubah dari bahasa Jepang ke Inggris, harga ikut naik, dengan selisih hampir dua kali lipat. Peraturan ini dianggap diskriminatif dan memicu kecaman luas dari netizen berbagai negara.

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi

4. Hukuman Cuci Piring untuk Anak-anak

Sebuah restoran di Spanyol viral karena menerapkan peraturan dan hukuman unik bagi pengunjung yang membawa anak-anak. La Herradura de Chalin, restoran sekaligus bar di Guadalajara, memasang pengumuman tegas untuk orangtua.

Jika anak-anak masuk ke area bar tanpa pengawasan, pihak restoran akan mengklaim mereka sebagai properti sementara dan akan menyuruh anak-anak tersebut untuk mencuci piring serta gelas kotor.

Aturan nyeleneh ini dibuat demi menjaga kenyamanan pengunjung lain. Pengumuman tersebut memicu beragam reaksi di media sosial.

Banyak netizen mendukung dan menilai aturan itu sebagai bentuk sindiran keras bagi orangtua yang abai saat membawa anak-anak ke restoran. Namun, ada juga yang menganggap bahasa peraturannya terlalu ekstrem dan tidak pantas diterapkan di tempat umum.

5. Restoran Larang Pengunjung Asal China Makan

Baru-baru ini ada sebuah restoran ramen di Osaka, Jepang, menuai sorotan karena menerapkan peraturan aneh yang cukup kontroversial.

Restoran bernama Gadoya (Iekei) ini secara terbuka melarang pelanggan asal China untuk makan di tempatnya. Aturan tersebut diumumkan lewat media sosial setelah insiden keributan yang melibatkan pelanggan China, yang bahkan membuat staf memanggil polisi.

Pihak restoran mengklaim sebagian besar masalah berasal dari pelanggan China. Tak hanya itu, restoran ini juga dikritik karena sistem harga berbeda berdasarkan bahasa di mesin pemesan menu.

Saat bahasa diubah dari bahasa Jepang ke Inggris, harga ikut naik, dengan selisih hampir dua kali lipat. Peraturan ini dianggap diskriminatif dan memicu kecaman luas dari netizen berbagai negara.

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi