Minum Kopi Bareng Vitamin, Aman atau Justru Berbahaya?

Posted on

Bagi banyak orang, minum kopi sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas pagi. Bahkan ada yang mengonsumsi kopi bersama vitamin, apakah hal ini aman?

Kebiasaan minum kopi bersama vitamin memunculkan pertanyaan umum, apakah praktik ini aman bagi kesehatan? Di balik aroma dan rasanya yang menenangkan, kopi mengandung senyawa aktif yang dapat berinteraksi dengan zat gizi tertentu di dalam tubuh.

Interaksi ini disebut-sebut berpengaruh pada cara tubuh menyerap vitamin dan mineral. Meski efeknya tidak selalu dirasakan secara langsung, pola konsumsi yang kurang tepat berpotensi membuat manfaat vitamin tidak optimal.

Lantas, seberapa besar pengaruh kopi terhadap vitamin yang dikonsumsi, dan apakah kebiasaan ini perlu diubah? Berikut penjelasannya seperti dilansir dari Health (22/01/2026).

1. Pengaruh Kopi terhadap Penyerapan Nutrisi Vitamin

Kopi dapat memengaruhi penyerapan sejumlah zat gizi penting. Kandungan kafein dan tanin dalam kopi berperan sebagai polifenol yang dapat berikatan dengan mineral seperti kalsium, zat besi, magnesium, seng, dan fosfor. Ikatan ini membuat mineral sulit diserap oleh tubuh secara optimal.

Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan konsumsi kopi dalam jumlah besar berpotensi memengaruhi kadar vitamin B, terutama folat. Meski demikian, para peneliti menilai masih membutuhkan studi lanjutan untuk memastikan sejauh mana asupan kopi memengaruhi metabolisme vitamin B, khususnya pada individu dengan pola makan seimbang. Secara umum, efek kopi terhadap penyerapan nutrisi bersifat ringan jika dikonsumsi dalam batas wajar.

2. Vitamin dan Mineral yang Paling Terdampak

Tidak semua vitamin dan mineral bereaksi sama terhadap kopi. Zat besi menjadi nutrisi yang paling terdampak karena kopi mengandung polifenol yang menghambat penyerapan zat besi non-heme, yaitu zat besi yang berasal dari sumber nabati.

Beberapa studi menunjukkan penurunan penyerapan zat besi hingga 40-90%, tergantung jenis kopi dan kandungan polifenolnya. Kalsium juga dapat terpengaruh karena kafein meningkatkan pengeluaran kalsium melalui urine.

Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi menurunkan kepadatan mineral tulang, terutama pada individu dengan asupan kalsium rendah atau penderita gangguan pencernaan seperti inflammatory bowel disease.

Selain itu, kopi dapat menghambat penyerapan seng atau zinc meskipun efeknya lebih ringan dibandingkan zat besi. Tanin dan kafein membuat zinc kurang tersedia bagi tubuh.

Asupan kafein tinggi juga dikaitkan dengan penurunan kadar folat dalam darah, meski mekanismenya belum sepenuhnya dipahami. Vitamin D pun disebut berpotensi terpengaruh, di mana konsumsi kafein tinggi dikaitkan dengan risiko defisiensi vitamin D.

3. Waktu Terbaik Mengonsumsi Suplemen dan Vitamin

Pengaturan waktu konsumsi kopi dan suplemen serta vitamin menjadi langkah penting untuk memaksimalkan penyerapan nutrisi. Mengonsumsi kopi bersamaan dengan makanan atau suplemen kaya zat besi dapat menurunkan penyerapannya secara signifikan.

Sebaliknya, penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi 1 hingga 2 jam sebelum makan tidak memberikan dampak berarti terhadap penyerapan zat besi.

Oleh karena itu, disarankan memberi jeda setidaknya 1 jam antara minum kopi dan konsumsi vitamin mineral seperti zat besi, kalsium, magnesium, dan zinc

Selain itu, membatasi asupan kafein harian juga penting untuk menjaga keseimbangan nutrisi. Konsumsi kafein berlebihan dapat memicu efek samping seperti gelisah, jantung berdebar, dan gangguan tidur, sehingga perlu dikontrol dengan baik.

4. Vitamin yang Tidak Terpengaruh Kopi

Tidak semua suplemen vitamin perlu dihindari saat minum kopi. Beberapa vitamin relatif tidak terpengaruh oleh kafein. Vitamin larut lemak seperti vitamin A dan E umumnya tetap dapat diserap dengan baik meskipun dikonsumsi bersamaan dengan kopi.

Begitu pula vitamin larut air seperti vitamin C dan vitamin B12 yang tidak menunjukkan penurunan penyerapan signifikan akibat kafein. Suplemen lain seperti asam lemak omega-3 dan probiotik juga tergolong aman dikonsumsi bersamaan dengan kopi. Meski demikian, tetap disarankan mengikuti petunjuk konsumsi pada masing-masing suplemen.

5. Pola Ngopi dan Minum Vitamin yang Disarankan

Konsumsi kopi sebaiknya tidak berbarengan suplemen mineral penting agar penyerapannya tidak terganggu. Vitamin larut lemak seperti vitamin A, D, E, dan K dianjurkan dikonsumsi bersama makanan agar penyerapannya lebih optimal.

Meski kopi dapat memengaruhi penyerapan beberapa nutrisi, dampaknya tidak perlu terlalu dikhawatirkan jika terjadi sesekali. Konsistensi pola makan seimbang dan rutinitas suplemen yang teratur jauh lebih berperan dalam menjaga asupan gizi jangka panjang di tubuh.

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi

4. Vitamin yang Tidak Terpengaruh Kopi

Tidak semua suplemen vitamin perlu dihindari saat minum kopi. Beberapa vitamin relatif tidak terpengaruh oleh kafein. Vitamin larut lemak seperti vitamin A dan E umumnya tetap dapat diserap dengan baik meskipun dikonsumsi bersamaan dengan kopi.

Begitu pula vitamin larut air seperti vitamin C dan vitamin B12 yang tidak menunjukkan penurunan penyerapan signifikan akibat kafein. Suplemen lain seperti asam lemak omega-3 dan probiotik juga tergolong aman dikonsumsi bersamaan dengan kopi. Meski demikian, tetap disarankan mengikuti petunjuk konsumsi pada masing-masing suplemen.

5. Pola Ngopi dan Minum Vitamin yang Disarankan

Konsumsi kopi sebaiknya tidak berbarengan suplemen mineral penting agar penyerapannya tidak terganggu. Vitamin larut lemak seperti vitamin A, D, E, dan K dianjurkan dikonsumsi bersama makanan agar penyerapannya lebih optimal.

Meski kopi dapat memengaruhi penyerapan beberapa nutrisi, dampaknya tidak perlu terlalu dikhawatirkan jika terjadi sesekali. Konsistensi pola makan seimbang dan rutinitas suplemen yang teratur jauh lebih berperan dalam menjaga asupan gizi jangka panjang di tubuh.

Gambar ilustrasi