McFlurry, produk es krim McDonald’s (McD), yang punya banyak penggemar di dunia. Varian rasanya terus berkembang, termasuk paduan baru dengan merek camilan cokelat legendaris Jepang.
McDonald’s Jepang kembali membuat kejutan lewat menu dessert terbarunya. Bukan sekadar varian rasa baru, kali ini mereka menghadirkan McFlurry edisi terbatas yang menyatukan dua camilan cokelat legendaris Jepang yang selama ini dikenal sebagai rival, Kinoko no Yama dan Takenoko no Sato.
Melansir SoraNews24 (15/1), ‘Kinoko no Yama’, yang secara harfiah berarti ‘Gunung Jamur’, merupakan biskuit dengan cokelat yang menyerupai jamur. Sementara itu, ‘Takenoko no Sato’ atau ‘Desa Tunas Bambu’ hadir dengan bentuk tunas bambu yang dilapisi cokelat.
Meski sama-sama camilan cokelat, keduanya memicu perdebatan di kalangan penggemar soal mana yang paling lezat. Fenomena tersebut bahkan dikenal luas sebagai ‘Perang Kinoko vs Takenoko’.
Menariknya, McDonald’s Jepang justru memilih jalan tengah dengan menyatukan keduanya dalam satu menu bernama Kinoko no Yama to Takenoko no Sato McFlurry.
Dalam satu gelas McFlurry, es krim vanila khas McDonald’s dipadukan dengan potongan kedua camilan tersebut, menciptakan kombinasi rasa manis dengan sensasi renyah yang berbeda di setiap suapan. Peluncuran menu ini juga dikemas dengan promosi yang tak kalah menarik.
McDonald’s Jepang menggandeng Mahina, anggota grup musik HANA, yang tampil dalam iklan dengan konsep rap dan tarian.
Lewat iklan tersebut, ia menyampaikan pesan sederhana, yaitu tak perlu memilih salah satunya, karena kini keduanya bisa dinikmati bersamaan. Dari kampanye ini pula muncul istilah Kinotake, gabungan dari nama kedua camilan tersebut.
Soal harga, McFlurry edisi terbatas ini dibanderol 370 yen per porsi (sekitar Rp39.500). McFlurry ini mulai tersedia di seluruh gerai McDonald’s Jepang sejak 21 Januari dan hanya dijual hingga akhir Maret, sehingga hanya bisa dinikmati dalam waktu terbatas.
Kinoko no Yama dan Takenoko no Sato merupakan camilan cokelat produksi Meiji. Keduanya tergolong legendaris karena sudah ada sejak tahun 1970an.
Bedanya, pada Kinoko no Yama, varian cokelat yang manis lembut berpadu dengan gurihnya biskuit. Sedangkan pada Takenoko no Sato, adonannya dibuat sedikit berbeda dengan menampilkan metode pemanggangan yang lebih baik.





