Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Sebuah warung makan kwetiau yang dikenal punya rating buruk di Google Review dikabarkan tutup. Alasannya belum pasti, tetapi kemungkinan karena harga sewa tinggi.
Belakangan ini memang banyak warung makan yang berakhir tutup, termasuk di Singapura. Biaya bahan baku hingga harga sewa gedung yang meningkat menjadi faktor utamanya.
Terlepas dari baik dan buruk reputasi restoran tersebut, keputusan untuk menutup bisnis bisa selalu terjadi. Baru-baru ini saja ada warung makan kwetiau di Singapura yang dikabarkan tutup.
Warung tersebut bernama Feng Ji Char Kway Teow di Beauty World Food Centre. Kabar penutupannya cukup mengejutkan banyak orang.
Dilansir dari Sethlui.com (17/1), dalam unggahan Facebook, warung kwetiau itu akan digantikan dengan Basil King, sebuah jaringan restoran Thailand yang populer.
Restoran Thailand ini juga disebut-sebut mirip dengan Phed Mark, restoran kecil di Thailand yang dibangun oleh Youtuber ternama Mark Wiens.
Selama beroperasi warung Feng Ji Char Kway Teaw tentu memiliki reputasi. Sayangnya reputasinya memang dikenal buruk.
Warung makan ini terkenal menyajikan porsi makanan yang sedikit. Sebelum ditutup, warung kaki lima itu pun mendapat rating rendah, 2.5/5 bintang dari 99 ulasan.
Menurut salah satu sumber yang disebut Sethlui.com, warung tersebut terakhir beroperasi pada 20 Desember 2025. Alasan penutupannya memang tidak diketahui secara pasti, tetapi sumber tersebut mendengar pemilik warung mempermasalahkan kenaikan harga sewa.
Feng Ji Char Kway Teaw menawarkan hidangan kwetiau dalam dua porsi berbeda. Porsi normal dihargai S$5 (Rp 66.000) dan yang lebih besar dihargai S$6 (Rp 79.000).
Namun memang masakannya dikenal punya rasa yang kurang spesial. Selain porsi kecil, banyak yang menganggap kwetiau tersebut tidak punya rasa bakaran smokey yang khas dari proses masak menggunakan wok hei (teknik khas masakan Kanton, China yang menciptakan aroma dan rasa smoky khas melalui penggunaan api yang sangat besar).
Selain itu, mienya juga punya rasa cenderung hambar dengan topping kerang yang terlalu asin. Rasa asinnya pun digambarkan seperti sedang menelan air laut. Bahkan topping lap chong juga tidak membantu mengangkat cita rasanya.
Meskipun begitu, kabar penutupan restoran ini tetap disayangkan. Sampai saat ini juga belum ada informasi resmi dari pihak warung terkait kabar penutupan tersebut.






