Beberapa minuman kopi sukses menjadi ikon budaya negara asalnya. Saking populernya, racikan kopi ini mendatangkan kebanggaan tersendiri.
Sudah sejak lama kopi menjadi bagian dari kehidupan berbagai budaya. Bahkan pada beberapa negara, kopi menjadi ikonik sebagai bagian dari tradisinya.
Namun seiring berkembangnya zaman, kopi-kopi ikonik dari negara tertentu mulai dikenal secara luas. Fenomena ini ditandai dengan menyebarnya kopi yang menggunakan nama suatu negara dikenal secara luas dan mendunia.
Seperti Americano yang bahkan tak pernah surut popularitasnya. Begitupula dengan Vietnam drip yang mempertahankan racikan tradisional Vietnam, tetapi digandrungi coffee junkie di banyak negara.
Merujuk pada namanya, Spanish Latte identik dengan negara Spanyol. Kopi ini populer dan berkembang dari budaya Spanyol yang kemudian digemari di dunia.
Minuman ini berkembang dari kebiasaan masyarakat Spanyol yang menyukai kopi dengan rasa lembut dan manis. Berbeda dari espresso yang pahit dan terlalu kuat rasa kopinya khas Italia.
Di Spanyol minuman ini disebut Cafe con Leche yang berarti kopi dengan susu. Ciri utama Spanish latte adalah penggunaan susu kental manis sebagai pemanis utama, bukan gula pasir.
Americano memiliki sejarah yang berkaitan dengan Perang Dunia II. Konon, tentara Amerika di Eropa merasa espresso terlalu kuat.
Sehingga solusi untuk memperhalus rasanya ialah dengan menambahkan air panas. Kebiasaan yang banyak dilakukan oleh tentara Amerika Serikat sehingga membuatnya disebut Americano.
Rasa Americano tak neko-neko, seperti espresso tapi lebih ringan sebab penambahan air panas. Karakter Americano sendiri tetap mempertahankan aroma dan kompleksitas rasa dari espressonya itu sendiri.
Vietnam dikenal sebagai salah satu penghasil kopi robusta terbesar di Asia Tenggara. Budaya kopi di Vietnam juga begitu tinggi, salah satunya melalui racikan Vietnam drip.
Istilah Vietnam drip muncul dari penggunaan penyaring yang bernama phin. Bubuk kopi yang diseduh di dalamnya akan meneteskan hasil ekstraksi pada gelas yang disiapkan sebagai wadahnya.
Sementara itu di dalam gelas yang akan menampung telah diisi kental manis. Ciri kopi di Vietnam terletak pada penggunakan kental manis sebagai pengganti susu sapi segar.
French Press tidak merujuk pada hasil racikan sebuah kopi, melainkan alat penyeduh. Bentuknya mirip seperti cangkir tinggi yang memiliki penekan di bagian tengahnya.
Metode penyeduhan ini mulai digunakan pada tahun 1850an. Proses pembuatannya yang sederhana membuat French press mudah populer dan disenangi penikmat kopi di dunia.
Proses penyeduhannya merujuk pada kebiasaan orang Perancis yang menyaring kopi dengan kain keju. Hasil seduhannya yang pekat dan efektif untuk mengeluarkan rasa kopi yang kompleks telah melalui penyempurnaan oleh Attilio Calimani dan Diulio Moneta pada 1929.
Turkish Coffee merupakan metode penyeduhan kopi yang paling populer di tanah Arab. Metode ini bahkan ditetapkan oleh UNESCO sebagai metode penyeduhan kopi tertua di dunia.
Prosesnya sudah digunakan sejak masa Kekaisaran Ottoman. Turkish coffee menggunakan bubuk kopi yang sangat halus, hampir seperti tepung, dan direbus bersama air dalam wadah bernama cezve.
Kopi disajikan tanpa disaring, sehingga ampasnya mengendap di dasar cangkir. Rasanya sangat kuat, aromatik, dan teksturnya kental. Kopi ini bisa ditambahkan gula, baik ketika direbus maupun hanya saat dituang ke dalam gelas.
Berikut ini 5 racikan kopi yang bikin bangga negara asalnya:
1. Spanish Latte
2. Americano
3. Vietnam Drip
4. French Press
5. Turkish Coffee


Vietnam dikenal sebagai salah satu penghasil kopi robusta terbesar di Asia Tenggara. Budaya kopi di Vietnam juga begitu tinggi, salah satunya melalui racikan Vietnam drip.
Istilah Vietnam drip muncul dari penggunaan penyaring yang bernama phin. Bubuk kopi yang diseduh di dalamnya akan meneteskan hasil ekstraksi pada gelas yang disiapkan sebagai wadahnya.
Sementara itu di dalam gelas yang akan menampung telah diisi kental manis. Ciri kopi di Vietnam terletak pada penggunakan kental manis sebagai pengganti susu sapi segar.
French Press tidak merujuk pada hasil racikan sebuah kopi, melainkan alat penyeduh. Bentuknya mirip seperti cangkir tinggi yang memiliki penekan di bagian tengahnya.
Metode penyeduhan ini mulai digunakan pada tahun 1850an. Proses pembuatannya yang sederhana membuat French press mudah populer dan disenangi penikmat kopi di dunia.
Proses penyeduhannya merujuk pada kebiasaan orang Perancis yang menyaring kopi dengan kain keju. Hasil seduhannya yang pekat dan efektif untuk mengeluarkan rasa kopi yang kompleks telah melalui penyempurnaan oleh Attilio Calimani dan Diulio Moneta pada 1929.
Turkish Coffee merupakan metode penyeduhan kopi yang paling populer di tanah Arab. Metode ini bahkan ditetapkan oleh UNESCO sebagai metode penyeduhan kopi tertua di dunia.
Prosesnya sudah digunakan sejak masa Kekaisaran Ottoman. Turkish coffee menggunakan bubuk kopi yang sangat halus, hampir seperti tepung, dan direbus bersama air dalam wadah bernama cezve.
Kopi disajikan tanpa disaring, sehingga ampasnya mengendap di dasar cangkir. Rasanya sangat kuat, aromatik, dan teksturnya kental. Kopi ini bisa ditambahkan gula, baik ketika direbus maupun hanya saat dituang ke dalam gelas.
3. Vietnam Drip
4. French Press
5. Turkish Coffee






