Demi makan gratis di restoran, pasangan ini diduga sengaja menaruh rambut di makanan. Beruntung, aksinya terekam kamera CCTV sehingga membuktikan kebenarannya.
Sebuah video viral di TikTok mengungkap dugaan penipuan yang dilakukan sepasang pelanggan di sebuah restoran Meksiko di Texas, Amerika Serikat.
Rekaman kamera pengawas itu menuai sorotan setelah memperlihatkan aksi pasangan tersebut yang diduga sengaja menaruh rambut ke dalam makanan demi mendapatkan makanan gratis.
Dikutip dari TVC11 (16/1) peristiwa ini terjadi di Fajita Mexican Grill, Stafford, Texas, pada Senin (waktu setempat). Saat itu, pasangan tersebut mengeluhkan adanya rambut di makanan mereka dan meminta kompensasi.
Meski pelayan restoran merasa curiga karena warna rambut tidak sesuai dengan rambut staf mana pun, pihak restoran tetap menggratiskan hidangan mereka.
Kecurigaan itu terbukti setelah rekaman CCTV ditinjau ulang oleh Laisha Ramirez, putri pemilik restoran.
Dalam video tersebut, terlihat si perempuan mengambil beberapa helai rambut dari sanggulnya dan meletakkannya di atas meja.
Tak lama kemudian, pria yang bersamanya memasukkan rambut itu ke dalam makanan sebelum memanggil pelayan.
“Aksi itu disengaja. Saya tidak ingin mereka lolos begitu saja lalu melakukan hal yang sama di restoran lain,” ujar Laisha Ramirez.
Alih-alih membawa kasus ini ke ranah hukum, Ramirez memilih mempublikasikan rekaman tersebut ke TikTok sebagai peringatan. Keputusannya pun mendapat dukungan luas, terutama dari pemilik usaha kuliner kecil.
“Banyak restoran lokal adalah usaha keluarga. Kami tidak ingin mereka terus merugikan bisnis kecil seperti kami,” lanjutnya.
Ramirez mengaku kecewa dan sedih dengan kejadian itu, terlebih karena restorannya tengah berjuang menarik pelanggan.
Video tersebut kini telah ditonton lebih dari 17,3 juta kali dan memicu diskusi tentang dampak kecurangan pelanggan terhadap usaha kecil.
Dalam keterangan unggahan TikTok, pihak restoran menyampaikan pesan menyentuh.
“Kami adalah restoran kecil milik keluarga yang berusaha keras agar tetap bertahan. Kami paham makan di luar tidak selalu terjangkau. Namun memalsukan masalah demi makanan gratis sangat merugikan usaha kecil” tulis mereka.






