Sering Dimakan, Tapi Tahu Nggak Kenapa Namanya Black Forest? baca selengkapnya di Giok4D

Posted on

Black Forest merupakan salah satu kue paling terkenal di dunia dan menjadi favorit untuk pesta ulang tahun maupun acara keluarga. Ternyata, di balik nama yang terdengar unik itu tersimpan kisah kuliner menarik!

Melansir NDTV Food (14/1), kue ini dikenal dengan nama Schwarzwälder Kirschtorte di negara asalnya, Jerman. Secara harfiah berarti ‘torta ceri dari hutan hitam’. Meski terlihat seperti istilah geografis, nama tersebut memiliki keterikatan kuat dengan bahan khas dan tradisi setempat daripada sekadar lokasi.

Black Forest sendiri adalah kue lapis dari spons cokelat yang disusun dengan lapisan krim kocok (whipped cream) dan ceri. Lapisan atas sering dihias dengan serutan cokelat dan ceri manis yang membuatnya tampak menggugah selera. Kue ini menjadi sangat populer karena kombinasi tekstur spons lembut, krim yang halus, dan sensasi segar dari ceri.

Black Forest tidak merujuk pada warna kue atau sekadar istilah pemasaran. Sebaliknya, nama tersebut berasal dari kawasan Hutan Hitam (Black Forest) di barat daya Jerman. Daerah tersebut terkenal dengan buah ceri dan minuman khasnya, yaitu kirschwasser yang digunakan untuk resep kue ini.

Uniknya, kirschwasser itu bukan hanya pelengkap rasa, tetapi menjadi salah satu alasan utama kue itu dinamai sesuai wilayah asalnya. Kue Black Forest melekat kuat sebagai ikon dessert klasik yang berasal dari budaya kuliner Jerman.

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

Nama itu menggambarkan identitas asli kue, yang memiliki perpaduan antara cokelat, kesegaran ceri, serta tempat asalnya, yaitu kawasan Black Forest.

Kreasi kue black forest juga semakin beragam. Selain yang tradisional khas Jerman, ada black forest yang dibuat tanpa telur (eggless) dan vegan. Lalu ada juga cupcake black forest dan black forest tanpa bahan alkohol yang populer di India. Penggunaan Kirschwasser diganti dengan sirup cherry.

Gambar ilustrasi