Gegara KPop Demon Hunters, Mie Instan Korea Laku Keras!

Posted on

Siapa sangka hanya karena sebuah film animasi, industri mie instan di Korea Selatan mengalami kenaikkan popularitas di dunia. Bahkan tertinggi dalam sejarah.

Popularitas film animasi Korea Selatan berjudul KPop Demon Hunters turut mendorong lonjakan ekspor mie instan Korea ke level tertinggi sepanjang sejarah pada 2025.

Data dari Korea Customs Service yang dirilis Yonhap pada 11 Januari 2026 mengungkap nilai ekspor mie instan Korea Selatan mencapai US$1,52 miliar pada 2025. Jika dikonversi ke rupiah mencapai sekitar Rp 25,64 triliun. Sementara itu, jumlah tersebut meningkat dari US$1,24 miliar di tahun sebelumnya, yang setara sekitar Rp 20,92 triliun.

Capaian tersebut menandai rekor baru sekaligus melanjutkan tren kenaikan ekspor selama 11 tahun berturut-turut sejak 2014. Dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sekitar 23% dalam lima tahun terakhir.

Produk mie instan Korea, yang secara lokal dikenal sebagai ramyeon, kembali mendapat sorotan global setelah beberapa adegannya muncul dalam film KPop Demon Hunters yang ditayangkan Netflix di tahun 2025.

Dalam film animasi tersebut, para karakter utama terlihat menyantap mie instan dalam kemasan cup. Adegan sederhana ini kemudian memicu ketertarikan penonton internasional terhadap produk makanan khas Korea.

Film ini menutup tahun 2025 sebagai film paling banyak ditonton sepanjang sejarah Netflix, sekaligus melahirkan tren media sosial seperti tagar #KPopNoodleChallenge.

Secara geografis, China dan Amerika Serikat masih menjadi dua pasar terbesar ramyeon Korea dengan kontribusi lebih dari 40 persen terhadap total ekspor.

Lonjakan permintaan global turut mendorong ekspansi para produsen mie instan besar di Korea Selatan. Nongshim misalnya, meluncurkan produk kolaborasi yang terinspirasi dari KPop Demon Hunters untuk pasar Amerika Serikat dan tengah meningkatkan kapasitas produksi melalui pembangunan pabrik khusus ekspor di Busan.

Samyang Foods juga memperluas basis produksinya dengan menyelesaikan pabrik kedua di Miryang pada 2025, serta memulai pembangunan fasilitas produksi pertamanya di luar negeri, yakni di China.

Kesuksesan KPop Demon Hunters ternyata turut membantu mempopulerkan serta memperluas pasar mie instan Korea seperti Buldak Ramen dan Shin Ramyun ke wilayah baru, termasuk Asia Tengah dan Timur Tengah.

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi