Tak hanya makanan enak, beberapa restoran menuai kontroversi karena sosok pelayannya. Ada yang terlalu galak hingga berpakaian sangat seksi.
Industri kuliner tak melulu soal rasa dan pelayanan ramah. Di berbagai negara, ada restoran-restoran yang justru dikenal karena konsep ekstrem dan menuai kontroversi.
Terutama pada aksi pelayan yang menyambut pelanggan. Ada yang mengenakan pakaian seksi, pelayanan yang justru dibuat galak, hingga pria-pria kekar yang berpenampilan menggoda.
Restoran ini berhasil mendapat banyak dukungan dari foodies yang kerap penasaran dengan pengalaman yang dihadirkan. Namun juga tak terlepas dari kritik tajam, terutama dari netizen di media sosial hingga sebagian berujung tutup.
Hooters merupakan restoran cepat saji yang cukup legendaris di Amerika Serikat. Restoran ini bahkan sudah hadir sejak 1983 namun resmi menutup gerai terakhir mereka pada 31 Januari 2026 mendatang.
Restoran ini menjadi populer gegara pakaian para pelayan yang menggoda bagi pelanggan pria. Wanita-wanita dengan pakaian seksi dipekerjakan khusus untuk menjamu pelanggan yang datang.
Kontroversi Hooters datang dari kalangan feminis maupun pemerhati ketenagakerjaan. Meski manajemen mengklaim bahwa konsep tersebut adalah identitas merek, kritik soal objektifikasi perempuan tak pernah surut.
Berbeda dengan Hooters yang menuai kritik soal visual, Karen’s Diner memicu kontroversi lewat sikap pelayannya. Restoran ini bahkan sempat muncul di Indonesia dan viral pada awal kehadirannya.
Restoran ini sengaja menghadirkan pengalaman makan yang “tidak menyenangkan”. Para pelayan akan bersikap kasar, sarkastik, bahkan memarahi pelanggan sebagai bagian dari konsep hiburan.
Nama “Karen” sendiri merujuk pada stereotip perempuan yang gemar mengeluh dan merasa paling benar. Di beberapa negara, restoran ini mendapat keluhan karena dianggap berlebihan terutama untuk pelanggan yang tak mengetahui konsepnya.
Tak hanya wanita yang berpakaian seksi, di Thailand juga ada konsep restoran yang sebaliknya. Staneemeehoi menghadirkan pria-pria bertubuh kekar untuk melayani pelanggan.
Namun seragam yang dikenakan adalah pakaian tidur yang agak terbuka. Tarian-tarian yang menggeliat juga dihadirkan demi menarik perhatian pelanggan, terutama para wanita.
Hingga saat ini, restoran Thailand tersebut masih beroperasi. Bahkan menjadi salah satu destinasi kuliner yang unik bagi turis yang ingin mencari hiburan saat makan malam.
Di China, ada sebuah restoran yang pernah beroperasi dengan konsep tak biasa. Pria berotot dan berbadan tegap dipajang untuk menarik perhatian pelanggan perempuan.
Saat memesan makanan, pelanggannya diperbolehkan untuk menyentuh tubuh pelayan pria tersebut. Bahkan tidak jarang mereka juga meminta digendong oleh pelayannya.
Sementara menu yang ditawarkan adalah sajian es krim. Restoran ini sempat ramai pada media sosial, terutama untuk masyarakat lokal di China yang membagikan pengalamannya melalui media sosial Douyin.
Lantas, Restoran Apa Saja yang Menuai Kontroversi?
1. Hooters
2. Karen’s Diner
3. Staneemeehoi
4. Wang Jiaer Restaurant






