Musim Hujan Banyak yang Flu, Aman atau Tidak Minum Kopi?

Posted on

Minum kopi pagi hari memang enak dan bikin semangat. Namun apakah boleh minum kopi saat tubuh sedang flu dan batuk? Ini penjelasan ahli.

Memasuki musim hujan, kasus flu, pilek, dan batuk cenderung meningkat di berbagai daerah. Cuaca yang tidak menentu serta daya tahan tubuh yang menurun membuat banyak orang harus beraktivitas sambil menahan badan tidak fit.

Di tengah kondisi tersebut, muncul pertanyaan yang cukup sering dilontarkan, terutama oleh pencinta kopi/ Apakah minum kopi saat flu atau sakit dilarang?

Di satu sisi, minuman ini kerap diandalkan untuk menjaga fokus dan mengusir kantuk. Di sisi lain, tubuh yang sedang melawan infeksi membutuhkan istirahat dan asupan cairan yang cukup.

Dilansir dari Huff Post (15/01/2026), sejumlah ahli kesehatan pun memberikan pandangannya mengenai kebiasaan ini, mulai dari dampaknya terhadap kualitas tidur, risiko dehidrasi, hingga pengaruhnya pada sistem pencernaan.

Saat tubuh terserang flu atau pilek, kebutuhan utama yang harus dipenuhi adalah istirahat yang cukup. Kafein dalam kopi dikenal sebagai zat stimulan yang berfungsi menjaga kewaspadaan dan mencegah rasa kantuk.

Menurut Suan Hassig, profesor emerita epidemiologi dari Tulane University, sifat stimulan kafein berpotensi membuat tubuh sulit istirahat ketika tubuh sedang melawan infeksi virus.

Apalagi Ttdur berperan penting dalam proses pemulihan karena membantu sistem imun bekerja lebih optimal. Konsumsi kopi, terutama dalam jumlah besar, dapat mengganggu kualitas tidur dan membuat tubuh sulit beristirahat.

Dampak serupa juga ditemukan pada minuman berenergi yang mengandung kafein tinggi. Karena itu saat sakit, membatasi asupan kafein dinilai lebih bijak agar tubuh dapat fokus memulihkan diri.

Kopi memiliki efek diuretik ringan yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil, terutama pada orang yang tidak terbiasa mengonsumsi kafein.

Dokter Daniel Monti dari Jefferson Health menjelaskan bahwa pada kondisi tubuh yang sakit atau kurang fit, konsumsi kafein perlu diperhatikan karena berpotensi menyebabkan dehidrasi.

Meski penelitian terbaru menunjukkan peminum kopi rutin umumnya tidak mengalami dehidrasi, efek tersebut tetap bisa muncul pada mereka yang jarang minum kopi lalu mengonsumsinya dalam jumlah besar.

Kondisi ini menjadi lebih berisiko bila sakit disertai muntah atau diare. Dalam situasi tersebut, kebutuhan cairan tubuh meningkat dan air putih menjadi pilihan terbaik untuk menjaga keseimbangan cairan pada tubuh.

Efek kopi terhadap saluran pencernaan sudah lama dikenal, mulai dari mempercepat buang air besar hingga memicu nyeri lambung pada sebagian orang. Saat sakit, terutama flu yang disertai gangguan pencernaan, konsumsi kopi bisa memperburuk kondisi tersebut.

Hassig menyebutkan bahwa infeksi tertentu dapat menimbulkan gejala gastrointestinal, sehingga menambah iritasi pada lambung dan usus bukanlah pilihan yang tepat. Bagi mereka yang memiliki riwayat perut sensitif terhadap kopi, risiko ketidaknyamanan akan semakin besar.

Oleh karena itu, menghindari kopi saat mengalami mual, sakit perut, atau diare dapat membantu mencegah keluhan bertambah parah dan memberi kesempatan bagi sistem pencernaan untuk pulih.

Secara umum, tidak ada larangan mutlak untuk minum kopi saat sedang sakit, selama konsumsinya dibatasi. Hassig menegaskan bahwa 1 cangkir kopi di pagi hari masih dapat ditoleransi, terutama bagi mereka yang terbiasa mengonsumsinya dan ingin mencegah sakit kepala akibat tidak mengasup kafein.

Namun konsumsi kopi sebaiknya tidak berlebihan dan dihindari pada sore atau malam hari agar tidak mengganggu waktu tidur. Monti juga menambahkan bahwa risiko efek samping kopi meningkat apabila penyakit disertai muntah atau diare.

Selama gejala sakit masih tergolong ringan, dampak negatif kopi relatif kecil. Kuncinya adalah mengenali kondisi tubuh dan menyesuaikan asupan kafein secara bijak.

Saat mengalami sakit flu hingga infeksi saluran pernapasan, menjaga hidrasi menjadi faktor penting dalam proses penyembuhan. Air putih disebut sebagai pilihan terbaik karena membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang tanpa membebani sistem pencernaan.

Hassig menyarankan air dan jus buah alami sebagai sumber cairan yang aman dan efektif. Selain itu, teh herbal hangat juga bermanfaat karena memberikan rasa nyaman serta membantu meredakan tenggorokan.

Bagi yang tetap membutuhkan sedikit kafein, teh hijau dapat menjadi alternatif karena umumnya lebih ringan bagi lambung dibanding kopi. Memilih minuman yang tepat dapat membantu tubuh pulih lebih cepat tanpa menimbulkan efek samping tambahan.

Berikut ima penjelasan yang perlu diketahui sebelum minum kopi saat tubuh sedang tidak fit.

1. Kopi Bisa Membuat Tubuh Sulit Istirahat

2. Kopi Bisa Memicu Dehidrasi

3. Kopi Dapat Memicu Efek Samping

4. Konsumsi Kopi dan Porsinya

5. Minuman Selain Kopi Lebih Dianjurkan

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi

Efek kopi terhadap saluran pencernaan sudah lama dikenal, mulai dari mempercepat buang air besar hingga memicu nyeri lambung pada sebagian orang. Saat sakit, terutama flu yang disertai gangguan pencernaan, konsumsi kopi bisa memperburuk kondisi tersebut.

Hassig menyebutkan bahwa infeksi tertentu dapat menimbulkan gejala gastrointestinal, sehingga menambah iritasi pada lambung dan usus bukanlah pilihan yang tepat. Bagi mereka yang memiliki riwayat perut sensitif terhadap kopi, risiko ketidaknyamanan akan semakin besar.

Oleh karena itu, menghindari kopi saat mengalami mual, sakit perut, atau diare dapat membantu mencegah keluhan bertambah parah dan memberi kesempatan bagi sistem pencernaan untuk pulih.

Secara umum, tidak ada larangan mutlak untuk minum kopi saat sedang sakit, selama konsumsinya dibatasi. Hassig menegaskan bahwa 1 cangkir kopi di pagi hari masih dapat ditoleransi, terutama bagi mereka yang terbiasa mengonsumsinya dan ingin mencegah sakit kepala akibat tidak mengasup kafein.

Namun konsumsi kopi sebaiknya tidak berlebihan dan dihindari pada sore atau malam hari agar tidak mengganggu waktu tidur. Monti juga menambahkan bahwa risiko efek samping kopi meningkat apabila penyakit disertai muntah atau diare.

Selama gejala sakit masih tergolong ringan, dampak negatif kopi relatif kecil. Kuncinya adalah mengenali kondisi tubuh dan menyesuaikan asupan kafein secara bijak.

3. Kopi Dapat Memicu Efek Samping

4. Konsumsi Kopi dan Porsinya

Gambar ilustrasi

Saat mengalami sakit flu hingga infeksi saluran pernapasan, menjaga hidrasi menjadi faktor penting dalam proses penyembuhan. Air putih disebut sebagai pilihan terbaik karena membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang tanpa membebani sistem pencernaan.

Hassig menyarankan air dan jus buah alami sebagai sumber cairan yang aman dan efektif. Selain itu, teh herbal hangat juga bermanfaat karena memberikan rasa nyaman serta membantu meredakan tenggorokan.

Bagi yang tetap membutuhkan sedikit kafein, teh hijau dapat menjadi alternatif karena umumnya lebih ringan bagi lambung dibanding kopi. Memilih minuman yang tepat dapat membantu tubuh pulih lebih cepat tanpa menimbulkan efek samping tambahan.

5. Minuman Selain Kopi Lebih Dianjurkan

Gambar ilustrasi