Seorang YouTuber membongkar modus curang penjual king crab yang menaikkan timbangan lewat rendaman air dan manipulasi alat ukur.
Penjual seafood kerap disorot karena praktik curang yang merugikan pembeli, terutama pada komoditas mahal. Mulai dari timbangan hingga kualitas, trik licik sering luput dari perhatian konsumen.
Seorang YouTuber kuliner asal Korea Selatan membongkar modus licik penjual king crab atau kepiting raja alaska yang sengaja menaikkan timbangan demi meraup keuntungan lebih dari pembeli.
YouTuber tersebut adalah Kim Ji-min, kreator konten seafood dengan lebih dari 1,3 juta subscribers di YouTube.
Lewat kanal JiminTV, Kim mengunggah video investigasi setelah menerima banyak keluhan konsumen soal harga king crab yang dinilai tak masuk akal.
Dalam videonya, Kim mengungkap salah satu trik paling sering digunakan pedagang, yakni merendam king crab ke dalam air sebelum ditimbang.
Tujuannya sederhana, agar tubuh kepiting menyerap air dan bobotnya bertambah meski isi daging tetap sama, lapor mStar Online (14/1).
“Hanya dengan direndam air, berat king crab bisa naik tanpa menambah daging sama sekali,” ujar Kim dalam videonya.
Kim kemudian melakukan uji coba sendiri. Hasilnya, berat king crab terbukti bisa meningkat sekitar 60 hingga 120 gram hanya dari proses perendaman air.
Angka tersebut tampak kecil, tetapi berdampak besar pada harga jual. Sebagai perbandingan, harga king crab di pasar bisa mencapai Rp 1,1 juta per kg.
Artinya, tambahan berat 100 gram saja membuat konsumen membayar lebih sekitar Rp 110.000.
“Kalau pembeli tidak sadar, mereka membayar lebih mahal untuk air, bukan daging,” kata Kim. Tak hanya itu, Kim juga mengungkap manipulasi timbangan lain yang lebih ekstrem.
Beberapa pedagang disebut memasukkan berat keranjang ke dalam timbangan atau bahkan mengutak-atik alat timbang, sehingga angka yang muncul bisa lebih berat 500 gram hingga 1 kilogram.
Pihak pedagang pun tak semuanya menerima tudingan ini dengan baik. Kim mengaku mendapat kritik dari sebagian penjual yang menilai aksinya merusak citra pedagang kecil.
Namun Kim tegas menolak anggapan tersebut. “Kesulitan berdagang bukan alasan untuk menipu konsumen,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pedagang jujur justru diuntungkan. “Daging ayam dan daging sapi ditimbang dengan akurat. Mengapa makanan laut harus diperlakukan berbeda?” tutup Kim.






