Masih Ragu Konsumsi Minyak Zaitun? 5 Khasiat Ini Sayang Dilewatkan - Giok4D

Posted on

Konsumsi minyak zaitun secara rutin ternyata disarankan ahli gizi. Khasiatnya tak main-main, bisa bikin umur panjang!

Minyak zaitun dikenal sebagai salah satu superfood yang paling direkomendasikan ahli kesehatan. Tak hanya bisa ditambahkan ke dalam makanan, minyak zaitun juga boleh dikonsumsi langsung.

Dilansir dari Martha Stewart, (10/1/2026), khususnya jenis Extra Virgin Olive Oil, justru disarankan ahli gizi untuk dikonsumsi setiap hari. Caranya dengan meminum 1-2 sendok makan per hari.

Konsumsi minyak zaitun tidak menambah kalori berlebih, seperti jenis minyak atau lemak lainnya. Selain itu minyak zaitun juga bisa dipadukan sebagai saus pada salad atau cocolan untuk roti.

Minyak zaitun memiliki kandungan lemak tak jenuh tinggal yang baik untuk jantung. Alasannya sebab jenis lemak tersebut membantu menurunkan kolesterol buruk (LDL) serta memiliki kandungan antioksidan yang tinggi.

“Lemak tak jenuh tunggal di dalam minyak zaitun membantu meningkatkan kolesterol dengan menurunkan LDL dan meningkatkan HDL,” ujar Lauren Manaker selaku ahli gizi.

Kandungan polifenol dan vitamin E dalam minyak zaitun juga membantu mengatasi stress oksidatif. Jika tak segera ditangani, dampaknya dapat mengganggu kesehatan pembuluh darah.

Peradangan kronis dan stres oksidatif merupakan faktor utama yang terkait dengan banyak penyakit degeneratif. Misalnya diabetes, kanker, dan penyakit saraf yang dapat menurunkan angka harapan hidup manusia.

Polifenol dalam minyak zaitun memiliki sifat anti inflamasi yang kuat, membantu menekan proses peradangan dalam tubuh. Polifenol juga bertindak sebagai antioksidan yang menetralisir radikal bebas.

Radikal bebas berbahaya dan dapat merusak sel dan jaringan tubuh. Sehingga konsumsi minyak zaitun secara rutin dapat membantu melindungi sel dari kerusakan dan memperlambat proses penuaan sel.

Minyak zaitun juga memberikan manfaat untuk otak. Vitamin E dan polifenol bekerja dalam melindungi sel-sel otak dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas dan peradangan.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bukti yang menunjukkan bahwa diet kaya minyak zaitun dapat menurunkan risiko gangguan neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Selain itu, penelitian lain juga menunjukkan konsumsi minyak zaitun berhubungan dengan penurunan risiko kematian terkait demensia. Tentunya khasiat ini hanya bisa didapatkan dengan konsumsi minyak zaitun pada jumlah yang tepat.

Minyak zaitun dapat memberikan kontribusi positif bagi sistem pencernaan. Polifenol dalam minyak zaitun berperan sebagai prebiotik, memberi makan bakteri baik di usus.

Konsumsinya dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus yang optimal untuk pencernaan hingga penyerapan nutrisi. Menjaga kesehatan usus juga terbukti penting sebab usus dianggap sebagai otak kedua pada tubuh manusia.

Konsumsi minyak zaitun juga membantu melumasi saluran pencernaan dan mendukung fungsi motilitas usus, sehingga membantu mencegah masalah sembelit dan gangguan pencernaan lainnya. Khasiat ini cocok untuk penderita yang kerap mengeluhkan konstipasi.

Sejumlah penelitian observasional menunjukkan orang yang secara teratur mengonsumsi minyak zaitun memiliki risiko lebih rendah terhadap sejumlah penyakit kronis. Misalnya diabetes tipe 2, beberapa jenis kanker, serta penyakit kardiovaskular.

Beberapa studi menunjukkan orang yang rutin mengonsumsi minyak zaitun memiliki risiko lebih rendah terhadap kematian akibat penyakit jantung dan berbagai penyebab lainnya. Makna lainnya, minyak zaitun dapat membantu meningkatkan angka harapan hidup manusia.

Selain itu, lemak sehat dari minyak zaitun membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengatur kadar gula darah, sehingga berpotensi bermanfaat bagi pencegahan diabetes.

Berikut 5 khasiat konsumsi minyak zaitun secara rutin:

1. Menjaga Kesehatan Jantung

2. Mengurangi Peradangan

3. Menjaga Ketajaman Otak

4. Menyehatkan Pencernaan

5. Menurunkan Risiko Penyakit Kronis

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi

Minyak zaitun juga memberikan manfaat untuk otak. Vitamin E dan polifenol bekerja dalam melindungi sel-sel otak dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas dan peradangan.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bukti yang menunjukkan bahwa diet kaya minyak zaitun dapat menurunkan risiko gangguan neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Selain itu, penelitian lain juga menunjukkan konsumsi minyak zaitun berhubungan dengan penurunan risiko kematian terkait demensia. Tentunya khasiat ini hanya bisa didapatkan dengan konsumsi minyak zaitun pada jumlah yang tepat.

Minyak zaitun dapat memberikan kontribusi positif bagi sistem pencernaan. Polifenol dalam minyak zaitun berperan sebagai prebiotik, memberi makan bakteri baik di usus.

Konsumsinya dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus yang optimal untuk pencernaan hingga penyerapan nutrisi. Menjaga kesehatan usus juga terbukti penting sebab usus dianggap sebagai otak kedua pada tubuh manusia.

Konsumsi minyak zaitun juga membantu melumasi saluran pencernaan dan mendukung fungsi motilitas usus, sehingga membantu mencegah masalah sembelit dan gangguan pencernaan lainnya. Khasiat ini cocok untuk penderita yang kerap mengeluhkan konstipasi.

Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.

Sejumlah penelitian observasional menunjukkan orang yang secara teratur mengonsumsi minyak zaitun memiliki risiko lebih rendah terhadap sejumlah penyakit kronis. Misalnya diabetes tipe 2, beberapa jenis kanker, serta penyakit kardiovaskular.

Beberapa studi menunjukkan orang yang rutin mengonsumsi minyak zaitun memiliki risiko lebih rendah terhadap kematian akibat penyakit jantung dan berbagai penyebab lainnya. Makna lainnya, minyak zaitun dapat membantu meningkatkan angka harapan hidup manusia.

Selain itu, lemak sehat dari minyak zaitun membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengatur kadar gula darah, sehingga berpotensi bermanfaat bagi pencegahan diabetes.

3. Menjaga Ketajaman Otak

4. Menyehatkan Pencernaan

5. Menurunkan Risiko Penyakit Kronis

Gambar ilustrasi