Beberapa pelanggan dibuat emosi gegara harga makanan kemahalan. Bahkan ada yang sampai nekat memukul pelayannya.
Momen bersantap bisa berubah menjadi kejutan tak menyenangkan ketika tagihan makan jauh melampaui bayangan. Sejumlah kasus viral memperlihatkan bagaimana harga makanan mampu memicu rasa kaget hingga amarah.
Perbedaan persepsi soal nilai dan harga kerap menjadi sumber persoalan antara pembeli dan penjual. Sehingga tidak sedikit pelanggan yang merasa dikejutkan dengan harga di luar prediksi.
Tidak sedikit pelanggan yang kemudian terbawa emosi setelah melihat tagihan makanannya. Bahkan ada yang secara ekstrem langsung menyerang pekerja tempat makan yang bertugas.
Sebuah restoran ramen di Osaka, Jepang jadi perbincangan ramai karena menerapkan perbedaan harga unik pada sistem pemesanan digitalnya. Ada perbedaan harga menu untuk pemesanan dengan bahasa yang berbeda.
Pengunjung yang memilih menu berbahasa Jepang di kios digital akan melihat harga ramen 1.000 Yen (sekitar Rp 122 ribu), sedangkan jika memilih bahasa selain Jepang (misalnya bahasa Inggris, harga yang muncul bisa dua kali lipat lebih mahal yakni sekitar 2.000 Yen (sekitar Rp 244 ribu).
Manajer restoran menjelaskan bahwa perbedaan harga itu bukan sekadar diskriminasi. Melainkan karena menu yang tampil pada pilihan bahasa asing berbeda dari versi Jepang, baik dari segi bahan maupun porsi.
Sebuah kedai Michelin-star ternama di Thailand sempat viral gegara masalah harga. Ada influencer bernama Peachii yang mengaku alami getok harga saat memesan omelet tiram dari kedai Jay Fai.
Dalam daftar menunya, makanan yang dipesan seharusnya dipatok Rp 750.000 per porsi. Namun ketika hendak membayar ia justru ditagih hingga Rp 2 juta yang membuatnya terkejut.
Menurut pemilik kedai, harga yang berbeda itu dipengaruhi oleh kualitas kepiting yang berbeda pula. Saat itu, kedai tersebut tengah menggunakan kepiting kualitas tinggi yang berbeda dari biasanya.
Gelar Michelin-star yang disematkan pada sebuah resto bukan tanpa alasan. Ada alasan pelayanan yang spesial atau kreasi makanan yang tak biasa.
Salah satunya adalah buah apel yang diasapi atau Smoked Apple. Penyajiannya dengan porsi kecil juga dibanderol dengan harga yang tinggi.
Seporsi apel asap dipatok hingga RP 6,2 juta. Namun gegara menu tersebut, restoran berbintang Michelin itu justru dinyinyiri banyak orang.
Sebuah kegaduhan terjadi gegara ada pelanggan emosi di warung makan. Ia marah dan menampar pelayan warung “economy rice” karena merasa harga nasi rames yang dipesannya terlalu mahal.
Ia awalnya memesan nasi rames dengan beberapa lauk dan ditagih total sekitar RM 13 (sekitar Rp 50 ribu). Bagi pria itu terasa jauh di luar ekspektasi untuk makanan ala economy rice yang seharusnya dipatok murah.
Insiden ini terekam dalam rekaman CCTV yang menunjukkan pria tersebut protes ke kasir dan bahkan sempat kembali ke kedai untuk menampar pelayan yang melayaninya. Menurut keterangan pemilik kedai, sudah ada itikad untuk meredakan situasi dengan menawarkan pengembalian uang.
Seorang wanita di Malaysia kaget setelah makan nasi kandar di restoran populer di kawasan Bukit Bintang, Kuala Lumpur. Hal ini lantaran dirinya ditagih hampir Rp 1 juta untuk makan bersama tiga temannya.
Ia dan teman-temannya memesan nasi dengan lauk seperti ayam masak merah, sayur, telur, serta minuman es teh limau. Untuk lauk sederhana seperti itu, harga yang dipatok dirasa terlalu mahal.
Kekecewaannya lantas dibagikan pada media sosial. Sampai-sampai banyak netizen yang menyarankannya untuk melaporkan aksi getok harga tersebut.
Berikut ini 5 kejadian pelanggan terkejut dengan harga makanan yang mahal:
1. Harga Makanan Naik gegara Pakai Bahasa Inggris
2. Getok Harga di Kedai Michelin-star
3. Menu Apel Asap di Resto Michelin
4. Gegara Nasi Rames Mahal, Pelayan Dipukul
5. Nasi Kandar Hampir Rp 1 Juta


Gelar Michelin-star yang disematkan pada sebuah resto bukan tanpa alasan. Ada alasan pelayanan yang spesial atau kreasi makanan yang tak biasa.
Salah satunya adalah buah apel yang diasapi atau Smoked Apple. Penyajiannya dengan porsi kecil juga dibanderol dengan harga yang tinggi.
Seporsi apel asap dipatok hingga RP 6,2 juta. Namun gegara menu tersebut, restoran berbintang Michelin itu justru dinyinyiri banyak orang.
Sebuah kegaduhan terjadi gegara ada pelanggan emosi di warung makan. Ia marah dan menampar pelayan warung “economy rice” karena merasa harga nasi rames yang dipesannya terlalu mahal.
Ia awalnya memesan nasi rames dengan beberapa lauk dan ditagih total sekitar RM 13 (sekitar Rp 50 ribu). Bagi pria itu terasa jauh di luar ekspektasi untuk makanan ala economy rice yang seharusnya dipatok murah.
Insiden ini terekam dalam rekaman CCTV yang menunjukkan pria tersebut protes ke kasir dan bahkan sempat kembali ke kedai untuk menampar pelayan yang melayaninya. Menurut keterangan pemilik kedai, sudah ada itikad untuk meredakan situasi dengan menawarkan pengembalian uang.
Seorang wanita di Malaysia kaget setelah makan nasi kandar di restoran populer di kawasan Bukit Bintang, Kuala Lumpur. Hal ini lantaran dirinya ditagih hampir Rp 1 juta untuk makan bersama tiga temannya.
Ia dan teman-temannya memesan nasi dengan lauk seperti ayam masak merah, sayur, telur, serta minuman es teh limau. Untuk lauk sederhana seperti itu, harga yang dipatok dirasa terlalu mahal.
Kekecewaannya lantas dibagikan pada media sosial. Sampai-sampai banyak netizen yang menyarankannya untuk melaporkan aksi getok harga tersebut.
3. Menu Apel Asap di Resto Michelin
4. Gegara Nasi Rames Mahal, Pelayan Dipukul
5. Nasi Kandar Hampir Rp 1 Juta





