Dinamika hubungan antara mertua dan menantu memang tak pernah ada habisnya. Bahkan pertengkaran bisa dipicu karena hal sepele seperti kisah ini.
Curhatan hubungan antara mertua dan menantu ini awalnya ditulis oleh seorang perempuan bernama Ritu Joon asal India. Ia membagikan pengalaman temannya yang mengalami perlakuan tidak adil dari ibu mertuanya, meski temannya ini berasal dari keluarga berpendidikan dan mapan secara ekonomi.
Dilansir dari Storypick (12/01/2026), dalam unggahannya, Ritu menjelaskan bahwa temannya baru saja menikah dan bekerja sebagai ilmuwan di sebuah institusi ternama.
Wanita tersebut memiliki karier mapan dan berkontribusi secara finansial dalam rumah tangga. Ibu mertuanya sendiri merupakan seorang dosen di sekolah negeri di Kota Delhi, sehingga keluarga tersebut secara umum dianggap terdidik dan modern.
Namun, realita yang dihadapi sang menantu perempuan justru jauh dari latar belakang keluarga sang suami yang berpendidikan dan berpikiran terbuka.
Setelah menikah, ibu mertua temannya menyampaikan bahwa ia tidak menyukai keberadaan asisten rumah tangga dan mengharapkan menantu perempuannya ikut membantu pekerjaan dapur.
Meski merasa permintaan tersebut janggal, wanita itu memilih menyetujuinya. Situasi kemudian memuncak ketika suatu pagi ia terburu-buru berangkat kerja dan lupa membuatkan teh untuk suaminya yang bekerja dari rumah.
Alih-alih dianggap hal sepele, ibu mertua tersebut langsung memarahinya karena kesal anak laki-lakinya harus masuk ke dapur dan membuat teh sendiri.
Ritu menuliskan kegelisahannya dalam unggahan di akun X miliknya.
“Jika ini yang dihadapi seorang perempuan terdidik dan mandiri secara finansial di rumah tangga yang juga terdidik, bayangkan apa yang dialami perempuan dengan mertua yang kurang berpendidikan atau lebih kaku,” ungkap Ritu.
Pernyataan ini memicu respons luas dari netizen dan membuka diskusi panjang mengenai peran gender dan hubungan antara menantu serta mertua.
Banyak netizen menyoroti kalau pendidikan dan penghasilan tidak secara otomatis menjamin kesetaraan seorang istri di dalam rumah tangga.
“Ini bukan masalah pendidikan atau penghasilan seorang istri, tapi bagaimana budaya patriarki ini diwariskan secara turun temurun. Sehingga hal sepele seperti buat teh saja menjadi kewajiban seorang istri,” kritik seorang netizen.
“Seharusnya suaminya membelanya di depan ibu mertua. Karena jika suaminya saja merasa keberatan membuat teh sendiri, ya jelas sang istri akan disalahkan ibu mertua,” pungkas netizen.
Unggahan Ritu Joon tidak hanya memancing empati, tetapi juga membuka ruang diskusi bagaimana wanita selalu dituntut untuk melakukan banyak hal di dalam rumah tangga.






