Banyak pria berkorban habis-habisan demi mendapatkan cintanya. Contohnya pria ini yang rela cuma makan mie instan dan roti untuk memenuhi gaya hidup mewah pacarnya!
Seorang insinyur asal Malaysia menjadi sorotan warganet setelah kisahnya viral di media sosial. Pria ini rela mengorbankan kebutuhan dasarnya demi membiayai gaya hidup mewah sang pacar.
Cerita ini pertama kali dibagikan oleh saudara kandungnya melalui unggahan di Facebook. Menurut unggahan tersebut, pria dan pacarnya ini bertemu di sebuah game online.
Melansir Weird Kaya (9/1), insinyur tersebut menghabiskan sebagian besar gajinya untuk memenuhi permintaan pacarnya yang bergaya hidup mewah. Sementara itu, dirinya bertahan hidup dengan makanan murah seperti mie instan, roti, dan biskuit.
Pacarnya yang bekerja di bidang penjualan sering menggunakan taktik emosional setiap kali topik pembicaraan mengarah kepada pengeluaran.
Meski penampilannya digambarkan biasa saja, ia sering membanggakan bahwa banyak pria lain yang tertarik padanya, termasuk seorang putra dari bos kaya. Namun, ia mengklaim bahwa pilihannya jatuh pada sang insinyur karena cinta.
“Jika kamu mencintaiku, jangan bicarakan tentang uang,” ujar perempuan tersebut.
Melihat putra mereka terus mengalami tekanan keuangan, orang tua sang insinyur bahkan menggunakan tabungan pensiun demi meringankan bebannya. Hal ini terjadi meskipun mereka tahu kemungkinan besar uang itu akan habis untuk kebutuhan pacarnya.
Lebih mengejutkan lagi, pria ini sering meminta orang tuanya mengembalikan uang dari hadiah kecil yang sebelumnya diberikan, bahkan koran sekalipun. Ayahnya, yang hampir berusia 70 tahun, terus bekerja untuk mendukungnya secara finansial.
Sang insinyur tidak hanya memanjakan pacarnya, tetapi juga memberikan hadiah dan barang mewah kepada keluarga pacarnya setelah mengaku sedang dalam kesulitan ekonomi.
Jika ditanya mengapa jarang mengunjungi orang tuanya saat akhir pekan atau hari libur, ia mengaku tidak punya waktu luang. Hingga akhirnya, kedua orang tuanya terpaksa naik bus ke Kuala Lumpur demi bertemu dengannya.
Ketika keluarga mencoba membujuknya untuk berpikir lebih rasional, pembicaraan itu berubah menjadi pertengkaran.
“Saya bisa hidup tanpa orang tua saya, tetapi tidak bisa hidup tanpa pacar saya,” ujarnya.
Ucapan itulah yang kemudian benar-benar mematahkan hati saudaranya. Dalam akhir unggahan, saudara kandungnya berharap suatu hari nanti ia menyadari siapa yang benar-benar mencintainya. Bukan orang yang meminta hadiah, tetapi kedua orang tua yang masih bekerja keras dan rela naik bus hanya untuk melihatnya.




