Beberapa orang suka menyimpan stok telur rebus. Namun berapa lama telur rebus dapat bertahan? Berikut penjelasannya!
Telur rebus merupakan salah satu makanan yang murah, praktis, dan bergizi. Di dalam telur terkandung sekitar 75 kalori, dengan lemak yang juga rendah. Selain itu, telur juga mengandung nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh, seperti karbohidrat, protein, lemak, dan sejumlah vitamin serta mineral.
Dengan kandungan nutrisi yang banyak tidak heran makanan ini sangat disarankan untuk dikonsumsi.
Telur pun bisa diolah dengan berbagai macam cara. Mulai dari digoreng, dicampur dengan makanan atau bahan lain, dan paling umum direbus.
Ketika merebus telur, beberapa orang suka langsung merebusnya dalam jumlah banyak. Lalu menyimpannya sebagai stok. Namun pertanyannya, berapa lama telur rebus tersebut bertahan?
Para ahli telah membagikan informasi terkait seberapa lama telur bisa disimpan serta bagaimana cara penyimpanan yang tepat.
Untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan berikut, seperti dilansir dari food.ndtv.com (26/11).
Menurut USDA atau Departemen Pertanian Amerika Serikat, telur rebus bisa dengan aman disimpan dalam kulkas hingga sekitar 1 minggu. Pedoman ini pun berlaku sama pada telur yang dikupas atau tidak dikupas. Asalkan kondisi telur dinginnya konsisten.
Menurut USDA, kondisi telur yang dingin sangat penting karena saat direbus, telur kehilangan lapisan pelindung alaminya. Akhirnya membuat telur lebih rentan terhadap bakteri jika didiamkan terlalu lama.
Kondisi telur yang sudah dikupas cangkangnya atau belum dapat memengaruhi waktu simpan. Telur rebus yang belum dikupas umumnya punya masa simpan dan kesegaran yang bertahan lebih lama. Sebab ada cangkang yang bertindak sebagai penghalang terhadap bau dan kontaminan.
Telur rebus dengan cangkang tersebut bisa disimpan dalam wadah bersih kedap udara. Barulah dimasukkan ke dalam kulkas.
Sedangkan telur rebus tanpa cangkang atau yang sudah dikupas punya umur simpan lebih pendek. Telur rebus dengan kondisi ini juga harus langsung disimpan dalam wadah kedap udara yang dilapisi tisu dapur untuk mencegahnya mengering.
Sebagai alternatif lain, telur rebus ini juga bisa direndam dalam air bersih dan dingin. Airnya bisa diganti setiap hari. Cara ini bisa mempertahankan tekstur dan kesegaran telur sampai satu minggu.
Beberapa cara bisa dilakukan agar telur rebus tetap segar dan awet disimpan dalam waktu lama.
Salah satunya dengan langsung menyimpannya di kulkas. Menurut USDA, setelah telur dimasak, 1 atau 2 jam setelahnya bisa dimasukkan ke kulkas. Hal ini membantu mengurangi risiko pertumbuhan bakteri.
Wadah penyimpanan juga perlu diperhatikan. Simpan telur dalam wadah tertutup untuk mencegah hilangnya kelembapan dan mencegahnya terpapar dengan bau kulkas.
Di dalam kulkas, telur sebaiknya disimpan di bagian paling belakang atau bagian terdingin dari kulkas. Jangan simpan di bagian depan atau bagian pintu karena area tersebut memiliki suhu yang berfluktuasi.
Telur rebus memang bisa bertahan hingga sekitar 1 minggu. Namun kondisi tertentu bisa menyebabkan telur lebih cepat busuk.
Ada beberapa tanda yang bisa diperhatikan. Misalnya aroma seperti sulfur tidak sedap, ketika dikupas tekstur kuning telurnya berlendir dan cair, dan perubahan warna antara putih dan kuning telur. Jika menemukan telur rebusmu seperti ini sebaiknya jangan lagi dikonsumsi.
Cara termudah mengeceknya yaitu dengan mengujinya di air. Jika mengapung tandanya banyak kantong udara dan telur sudah tidak lagi segar.
Telur rebus mungkin bisa saja dibekukan, tetapi hal ini sangat tidak disarankan. Ketika dicairkan kembali, bagian putih telur sudah menjadi kenyal dan tidak menarik. Perubahan drastis tersebut bisa membuat kualitasnya menurun dan memburuk.
Sebaiknya dibekukan dalam keadaan mentah atau sudah dikocok. Kalau mau bisa membekukan kuning telur secara terpisah. Tetapi hal ini sebenarnya lebih merepotkan.
1. Batasan waktu penyimpanan telur
2. Kondisi telur dikupas atau tidak memengaruhi
3. Cara menyimpan telur rebus
4. Cara mengetahui telur rebus sudah tidak layak
5. Membekukan telur rebus tidak direkomendasikan



Beberapa cara bisa dilakukan agar telur rebus tetap segar dan awet disimpan dalam waktu lama.
Salah satunya dengan langsung menyimpannya di kulkas. Menurut USDA, setelah telur dimasak, 1 atau 2 jam setelahnya bisa dimasukkan ke kulkas. Hal ini membantu mengurangi risiko pertumbuhan bakteri.
Wadah penyimpanan juga perlu diperhatikan. Simpan telur dalam wadah tertutup untuk mencegah hilangnya kelembapan dan mencegahnya terpapar dengan bau kulkas.
Di dalam kulkas, telur sebaiknya disimpan di bagian paling belakang atau bagian terdingin dari kulkas. Jangan simpan di bagian depan atau bagian pintu karena area tersebut memiliki suhu yang berfluktuasi.
Telur rebus memang bisa bertahan hingga sekitar 1 minggu. Namun kondisi tertentu bisa menyebabkan telur lebih cepat busuk.
Ada beberapa tanda yang bisa diperhatikan. Misalnya aroma seperti sulfur tidak sedap, ketika dikupas tekstur kuning telurnya berlendir dan cair, dan perubahan warna antara putih dan kuning telur. Jika menemukan telur rebusmu seperti ini sebaiknya jangan lagi dikonsumsi.
Cara termudah mengeceknya yaitu dengan mengujinya di air. Jika mengapung tandanya banyak kantong udara dan telur sudah tidak lagi segar.
Telur rebus mungkin bisa saja dibekukan, tetapi hal ini sangat tidak disarankan. Ketika dicairkan kembali, bagian putih telur sudah menjadi kenyal dan tidak menarik. Perubahan drastis tersebut bisa membuat kualitasnya menurun dan memburuk.
Sebaiknya dibekukan dalam keadaan mentah atau sudah dikocok. Kalau mau bisa membekukan kuning telur secara terpisah. Tetapi hal ini sebenarnya lebih merepotkan.
3. Cara menyimpan telur rebus
4. Cara mengetahui telur rebus sudah tidak layak
5. Membekukan telur rebus tidak direkomendasikan





