Warna oranye pada keju ternyata awalnya hanya ‘gimmick’ semata. Namun lambat laun, warna ini justru menjadi identitas visual keju yang dianggap berkualitas.
Warna oranye cerah pada keju tak dapat dipungkiri menjadi salah satu daya tariknya. Bahkan warna oranye seolah ikonik dan banyak dipercaya sebagai warna alami keju.
Namun, di balik tampilannya, ternyata ada sejarah panjang strategi pemasaran yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. Dilansir dari The Takeout, (6/1/2026), pada abad ke-16 dan ke-17 di Inggris, warna memiliki peran penting secara komersial termasuk untuk makanan.
Secara alami, warna keju sangat dipengaruhi oleh susu yang digunakan. Susu dari sapi yang merumput di padang hijau pada musim semi dan musim panas mengandung pigmen beta-karoten, yang memberikan warna kuning-oranye lembut pada susu dan keju.
Pada musim dingin, ketika sapi lebih banyak makan jerami dan pakan lain, susu dan keju yang dihasilkan justru terlihat lebih pucat atau krem agak putih. Sementara konsumen pada masa itu mengaitkan warna keju yang lebih gelap dengan kualitas yang lebih tinggi
Para pembuat keju lantas berpikir cara menampilkan produk yang terlihat selalu berkualitas. Padahal perubahan musim menjadi tantangan utama untuk mendapatkan susu sapi yang berkualitas.
Sampai akhirnya mereka menambahkan pewarna pada proses pembuatan keju. Awalnya, pewarna ini berasal dari bahan alami seperti jus wortel, bunga marigold, atau kunyit, yang mampu meniru warna kuning agak oranye yang diinginkan.
Dalam praktiknya, cara ini membantu menyamarkan keju yang kurang berlemak atau dibuat dari susu musim dingin. Keju tampak mirip seperti keju musim panas yang lebih disukai pembeli.
Lama-kelamaan praktik ini berkembang menjadi semacam trik dagang yang disengaja. Tak hanya untuk konsistensi warna, tetapi juga untuk memberi citra kualitas tinggi pada produk di pasar.
Seiring berjalannya waktu, bahan pewarna yang paling populer dan tetap digunakan hingga kini adalah annatto. Anatto merupakan pewarna alami yang dibuat dari biji pohon achiote atau Bixa Orellana.
Annatto memberikan warna kuning hingga merah-oranye yang kuat, tanpa memengaruhi rasa keju secara signifikan. Hal inilah yang dianggap menarik bagi para produsen keju.
Uniknya, warna oranye yang awalnya hanya ‘gimmick’ pemasaran semata, ternyata justru dipercaya luas sebagai tanda keju berkualitas. Beberapa varietas bahkan terkenal karena warna oranyenya, seperti Red Leicester di Inggris, yang justru menjadi ciri khasnya.






