Pelanggan dan penjual ini saling tuding soal kebersihan menu ayam goreng yang ditawarkan. Saat protes pelanggannya viral, penjual malah mencurigai fakta di balik tudingan pelanggan.
Sebuah usaha ayam goreng rumahan di Singapura menjadi sorotan publik setelah seorang pelanggan mengaku menemukan rambut di dalam ayam goreng pesanannya. Kasus ini viral setelah video ulasan sang pelanggan diunggah ke media sosial.
Melansir Must Share News (7/1), peristiwa terjadi pada 1 Januari 2026, ketika seorang pengguna TikTok bernama Nai membeli ayam goreng dari bisnis rumahan bernama Chef Fyan.
Dalam video yang diunggahnya, Nai memperlihatkan dua potong ayam goreng berbeda, yakni cheesy buttermilk chicken dan cereal chicken. Pada masing-masing potongan ayam tersebut, terlihat satu helai rambut yang menempel pada bagian ayam.
Dalam unggahannya, Nai mengaku merasa sangat terganggu dan memilih untuk menyingkirkan bagian ayam yang terkena rambut karena tidak sanggup mengonsumsinya. Video tersebut kemudian menyebar luas dan menuai berbagai reaksi dari warganet, mulai dari rasa jijik hingga kekhawatiran akan standar kebersihan makanan rumahan.
Nai juga menyatakan niatnya untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Singapore Food Agency (SFA). Menurutnya, temuan rambut di makanan merupakan masalah serius yang tidak bisa diabaikan, terutama karena makanan tersebut dijual untuk konsumsi publik.
Menanggapi viralnya video tersebut, pemilik usaha Chef Fyan, Sofyan bin Nur Mohammad, angkat bicara melalui unggahan videonya sendiri pada 3 Januari 2026.
Ia menyebut bahwa temuan rambut tersebut adalah keluhan kebersihan pertama yang pernah diterimanya, meskipun usahanya telah melayani lebih dari 800 pesanan sebelumnya tanpa masalah serupa.
Fyan mengakui bahwa menemukan rambut di makanan memang tidak dapat diterima. Namun, ia menegaskan bahwa kejadian ini tidak mencerminkan kebersihan dapurnya secara keseluruhan. Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menawarkan pengembalian dana penuh kepada Nai sebagai bentuk tanggung jawab awal.
Meski demikian, Fyan kemudian menyatakan kecurigaannya bahwa rambut tersebut mungkin sengaja ditempatkan. Ia membandingkan rekaman video sebelum dan sesudah rambut terlihat dan menilai tidak ada tanda rambut pada awalnya.
Fyan pun mempertanyakan motif di balik unggahan tersebut, terutama setelah tawaran pengembalian dana dikembalikan oleh pihak pelanggan.
Dalam pernyataannya, Fyan meminta Nai untuk menarik unggahan video dan menyampaikan permintaan maaf jika tuduhan tersebut tidak benar. Ia bahkan menyatakan siap menempuh jalur hukum apabila reputasi usahanya terus dirugikan.
Hingga saat ini, menurut pengakuan Fyan, belum ada pihak berwenang yang menghubunginya secara langsung terkait kasus tersebut.




