Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Seorang TikToker asal Rusia membagikan momen berburu camilan jadul dari zaman Uni Soviet. Produk soda hingga keju berhasil membuatnya kegirangan.
Federasi dari 15 negara yang dulu dikenal dengan Uni Soviet (USSR) sudah resmi runtuh. Namun kenangan pada era pemerintahan yang singkat tersebut masih meninggalkan bekas bagi masyarakatnya.
Termasuk jajanan dan camilan jadul yang diproduksi lebih dari 30 tahun silam. TikTok @suarairen, sebagai seorang warga negara Rusia, pun mengakuinya.
Dilansir dari salah satunya videonya, (9/11/2025), Iren tak bisa membendung rasa bahagia saat menemukan beberapa jajanan jadul. Ia menyambangi salah satu supermarket di Rusia demi mencari kudapan-kudapan jadul yang dirindukannya.
“Kalian tau nggak, di Rusia masih jualan makanan-makanan dari zaman Uni Soviet. Astaga, masih jualan ini,” ujarnya yang terperanjat saat melihat sebuah botol minuman.
Ia juga mengambil beberapa camilan manis dan keju untuk dicicipinya. “Masih ada! Aku kira sudah nggak ada,” ujar Iren.
Ia menjelaskan, minuman botol yang dibelinya bernama Tarhun. Tarhun merupakan minuman bersoda non alkohol dari rumput taragon yang harganya dijual Rp 16.300 per botol.
Bagi Iren rasa Tarhun punya ciri khasnya sendiri. Rasanya menyegarkan dan tidak terlalu manis dengan rasa tanaman taragon yang kuat.
Iren juga menyebutkan makanan-makanan yang berhasil didapatkannya tersebut sudah langka. Tak lagi banyak toko yang menjajakan produk-produk dari era Uni Soviet di Rusia. Alhasil, nilai kelangkaannya membuat camilan ini semakin menarik.
Namun ada hal lain yang tak kalah membuat netizen salah fokus. Ialah harga makanannya yang murah-murah, bahkan jika dibandingkan dengan Indonesia beberapa camilan masih lebih terjangkau.
“Makanan di Rusia masih murah-murah banget ya. Kayaknya enak tinggal di sana,” ujar salah satu netizen.
“Keju di Rusia murah banget cuma Rp 4.000an, di sini ukuran yang sama harganya Rp 20.000an,” timpal netizen lain.






