Dari daging hasil budidaya laboratorium hingga minuman yang menyala dalam gelap, makanan canggih dari masa depan disebut-sebut sudah tersaji di meja makan. Ini daftarnya!
Tren kuliner terus berkembang dengan pilihan makanan yang menarik. Begitu juga dengan teknik pembuatannya hingga menghasilkan makanan-makanan yang disebut ‘hadir’ dari masa depan.
Kini semakin banyak makanan keren yang hadir di restoran, tersaji dengan tampilan menarik, dan menawarkan rasa yang justru terasa familiar. Dengan tampilan futuristik hingga menu yang membutuhkan keahlian khusus, berikut 5 makanan yang disebut datang dari masa depan, seperti dilansir dari Times of India (01/01/2026).
1. Daging Laboratorium
Daging hasil budidaya laboratorium atau lab-grown meat kini mulai hadir di sejumlah restoran di negara yang telah melegalkannya.
Produk ini dibuat dengan menumbuhkan sel hewan dalam lingkungan terkontrol tanpa proses penyembelihan. Menariknya, sajian ini tidak ditampilkan sebagai makanan eksperimental, melainkan dalam bentuk yang akrab seperti nugget ayam, daging cincang, atau porsi kecil menu degustasi.
Rasa dan teksturnya sengaja dibuat menyerupai daging konvensional agar konsumen tetap merasa familiar. Perbedaan utama terletak pada proses produksi yang dianggap lebih etis dan berpotensi menekan dampak lingkungan, tanpa mengorbankan cita rasa makanan.
2. Mie Berbahan Dasar Alga
Alga perlahan menjadi bahan penting dalam dapur modern, khususnya dalam bentuk mi, kaldu, dan gel. Mie berbahan alga umumnya berwarna hijau atau transparan dengan cita rasa laut yang ringan dan bersih.
Teksturnya terasa lebih ringan dibandingkan mi berbahan gandum atau beras. Para chef memanfaatkan kandungan umami alami dan mineral dari alga dengan memadukannya bersama saus yang lembut agar karakter bahan tetap menonjol.
Selain rasa, alga dipilih karena nilai keberlanjutannya yang lebih dianggap ramah lingkungan. Tanaman ini tumbuh cepat, membutuhkan lahan minimal, dan mampu menyerap karbon, menjadikannya solusi pangan di masa depan.
3. Dessert Versi 3D
Teknologi pencetakan 3 Dimensi (3D) menjadikan hidangan penutup atau dessert sebagai ruang eksplorasi baru dalam dunia kuliner.
Dengan bahan seperti cokelat, gula, atau pasta nabati, para chef dapat mencetak bentuk rumit yang sulit dibuat secara manual. Keunggulan teknik ini bukan hanya pada visual yang artistik, tetapi juga pada kontrol tekstur dessert yang dihasilkan.
Meski tampil futuristik, rasa yang dihadirkan tetap akrab, seperti cokelat, vanila, atau buah. Teknologi ini digunakan untuk memperluas kreativitas, bukan menggantikan keahlian dari pastry chef.
4. Minuman Menyala dalam Gelap
Minuman menyala dalam gelap atau glow in the dark menjadi salah satu inovasi paling mencolok dalam tren kuliner masa depan.
Minuman ini menggunakan bahan bioluminesen alami atau senyawa aman pangan yang bereaksi terhadap pencahayaan tertentu. Di bar atau restoran dengan cahaya remang-remang, minuman tersebut memancarkan cahaya lembut yang menciptakan pengalaman visual unik.
Dari segi rasa, chef dan peracik minuman cenderung memilih profil sederhana seperti citrus, herbal, atau manis ringan agar tidak mengalihkan perhatian dari efek visualnya. Inovasi ini menegaskan bahwa pengalaman bersantap kini juga melibatkan suasana dan kesan visual.
5. Hidangan Nabati dengan Teknik Molekuler
Makanan berbasis nabati kini berkembang lebih dari sekadar meniru daging. Dengan teknik gastronomi molekuler, chef menciptakan sayuran dengan teknik tidak biasa, seperti busa bercita rasa jamur panggang atau gel yang melepaskan cita rasa secara bertahap.
Protein nabati juga disusun ulang untuk menghadirkan sensasi kunyahan yang baru tanpa harus menyerupai daging secara langsung. Hidangan ini tampil modern dan presisi, tapi tetap berbasis bahan alami.
Pendekatan tersebut menghasilkan makanan yang terasa nikmat, ringan dikonsumsi, serta lebih ramah terhadap lingkungan. Karena itu kerap disebut sebagai makanan dari masa depan.




4. Minuman Menyala dalam Gelap
Minuman menyala dalam gelap atau glow in the dark menjadi salah satu inovasi paling mencolok dalam tren kuliner masa depan.
Minuman ini menggunakan bahan bioluminesen alami atau senyawa aman pangan yang bereaksi terhadap pencahayaan tertentu. Di bar atau restoran dengan cahaya remang-remang, minuman tersebut memancarkan cahaya lembut yang menciptakan pengalaman visual unik.
Dari segi rasa, chef dan peracik minuman cenderung memilih profil sederhana seperti citrus, herbal, atau manis ringan agar tidak mengalihkan perhatian dari efek visualnya. Inovasi ini menegaskan bahwa pengalaman bersantap kini juga melibatkan suasana dan kesan visual.
5. Hidangan Nabati dengan Teknik Molekuler
Makanan berbasis nabati kini berkembang lebih dari sekadar meniru daging. Dengan teknik gastronomi molekuler, chef menciptakan sayuran dengan teknik tidak biasa, seperti busa bercita rasa jamur panggang atau gel yang melepaskan cita rasa secara bertahap.
Protein nabati juga disusun ulang untuk menghadirkan sensasi kunyahan yang baru tanpa harus menyerupai daging secara langsung. Hidangan ini tampil modern dan presisi, tapi tetap berbasis bahan alami.
Pendekatan tersebut menghasilkan makanan yang terasa nikmat, ringan dikonsumsi, serta lebih ramah terhadap lingkungan. Karena itu kerap disebut sebagai makanan dari masa depan.





