Paparan mikroplastik dari asupan makanan dan minuman sehari-hari berisiko untuk kesehatan. Terbaru, peneliti mengungkap cara sederhana buat kurangi kandungan mikroplastik pada air minum!
Mikroplastik kini menjadi perhatian serius para peneliti. Seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak mikroplastik bagi kesehatan manusia, para peneliti pun mencari cara untuk menguranginya.
Partikel plastik berukuran sangat kecil tersebut tidak hanya ditemukan di lingkungan, tetapi juga telah terdeteksi dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Efeknya bisa merugikan sistem pencernaan, hormon, hingga imunitas tubuh.
Kabar baik datang dari sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti dari Guangzhou Medical University dan Jinan University di China. Dalam penelitian tersebut, para peneliti menemukan bahwa merebus air minum dapat menjadi langkah efektif untuk mengurangi kandungan mikroplastik dan nanoplastik di dalam air.
Melansir MSN (30/12), penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dua jenis air keran, yakni soft water dan hard water. Bedanya, soft water hampir tidak mengandung kalsium dan magnesium, sementara hard water mengandung 2 mineral itu dalam jumlah cukup banyak.
Kedua jenis air tersebut kemudian dicampur dengan tiga jenis plastik yang umum ditemukan di lingkungan, yaitu polistirena, polietilena, dan polipropilena. Setelah itu, air dipanaskan hingga mencapai titik didih penuh atau rolling boil.
Hasilnya cukup menarik. Saat air mendidih, mineral alami yang terkandung di dalamnya, seperti kalsium karbonat, mulai membentuk kristal padat. Kristal ini secara alami menyelimuti partikel plastik yang ada di dalam air. Setelah proses perebusan selesai, air kemudian dibiarkan dingin sebelum para peneliti memisahkan endapan mineral dan plastik yang mengendap di dasar wadah.
Berdasarkan temuan tersebut, para peneliti menyimpulkan bahwa merebus air lalu menyaring endapan kristal yang terbentuk dapat menghilangkan hingga 90 persen mikroplastik dan nanoplastik dalam air keran hard water.
Sementara itu, pada soft water yang memiliki kandungan mineral lebih rendah, metode yang sama tetap mampu mengurangi sekitar 25 persen partikel mikroplastik.
Namun, para peneliti menegaskan bahwa metode ini hanya efektif jika air memiliki kandungan mineral yang cukup tinggi. Air dengan kadar mineral tinggi inilah yang disebut sebagai hard water. Tanpa mineral yang memadai, proses pembentukan kristal tidak akan optimal.
“Strategi sederhana berupa perebusan air ini dapat mendekontaminasi nanoplastik dan mikroplastik dari air keran rumah tangga dan berpotensi mengurangi asupan partikel tersebut ke dalam tubuh manusia melalui konsumsi air,” ujar penulis studi dalam laporannya.
Selain dari air minum, paparan mikroplastik juga dapat berasal dari aktivitas sehari-hari. Para ahli menyarankan untuk mengganti talenan plastik dengan talenan kayu serta mengurangi penggunaan peralatan makan berbahan plastik sebagai untuk menekan paparan mikroplastik.




