Setelah puas makan aneka menu bakar atau BBQ saat Malam Tahun Baru, tubuh juga perlu didetoks. Ada beberapa tips sederhana yang bisa ditiru di rumah untuk membersihkan pencernaan.
Merayakan tahun baru rasanya kurang lengkap tanpa pesta BBQ atau bakar-bakar bersama orang terdekat. Mulai dari daging sapi, ayam, atau sekadar membuat jagung bakar.
Menghitung pergantian tahun pada setiap infonya seolah menjadi tradisi yang paling menyenangkan setiap akhir tahun. Banyak orang yang tanpa sadar kalap melahap barbeque yang disajikan saat perayaan Malam Tahun Baru.
Namun perlu diketahui tubuh perlu detoks setelah puas makan banyak saat Malam Tahun Baru. Apalagi jika melahap banyak daging merah yang bikin perut terasa begah.
Setelah mengonsumsi banyak daging merah, tubuh bekerja lebih keras untuk memecah protein dan lemak yang masuk. Proses ini menghasilkan sisa metabolisme yang perlu dikeluarkan melalui ginjal dan saluran kemih.
Asupan cairan yang cukup membantu tubuh membuang zat sisa tersebut secara lebih efisien. Memperbanyak minum air putih sekaligus dapat mencegah dehidrasi ringan.
Minum air putih secara teratur juga membantu menjaga kelancaran sistem pencernaan. Daging merah cenderung minim serat, sehingga jika dikonsumsi berlebihan dapat memperlambat pergerakan usus.
Salah satu hal yang sering terlupakan saat makan daging merah adalah keseimbangan nutrisi. Daging memang kaya protein dan zat besi, tetapi hampir tidak mengandung serat.
Menambahkan buah dan sayur setelahnya penting untuk membantu menormalkan kembali kerja usus. Buah-buahan seperti pepaya, apel, pir, atau jeruk mengandung serat larut yang membantu mengikat sisa makanan di saluran cerna.
Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, dan kangkung juga berperan besar dalam proses reset tubuh. Kandungan serat tidak larutnya membantu mendorong sisa makanan keluar dari usus.
Setelah makan banyak, keseimbangan bakteri baik di usus bisa terganggu. Terutama jika sebelumnya memiliki pola diet dengan asupan serat dan probiotik rendah.
Yoghurt, tempe, kimchi, atau kefir mengandung probiotik yang membantu memperbaiki flora usus. Bakteri baik ini membantu memecah sisa makanan, mengurangi gas berlebih, dan menekan pertumbuhan bakteri jahat yang bisa memicu rasa tidak nyaman di perut.
Selain probiotik, tubuh juga membutuhkan prebiotik sebagai bagi bakteri baik. Bahan alami seperti pisang, bawang putih, bawang bombay, dan oat kaya akan prebiotik.
Setelah tubuh bekerja keras mencerna daging merah, menambahkan makanan berat lainnya justru dapat memperpanjang rasa tidak nyaman. Minuman dan makanan manis sementara waktu tidak disarankan untuk dikonsumsi.
Gula berlebih dapat memicu lonjakan gula darah dan meningkatkan peradangan di dalam tubuh. Selain itu, minuman manis juga menjadi sumber kalori besar tanpa manfaat nutrisi yang seimbang.
Mengurangi asupan makanan berat dan minuman manis memberi kesempatan bagi organ pencernaan untuk istirahat. Pilihan ini tidak hanya membantu meredakan perut begah, tetapi juga membuat energi terasa lebih stabil sepanjang hari.
Teh herbal telah lama digunakan sebagai pendamping setelah makan berat. Minuman ini tidak hanya menenangkan, tetapi juga memiliki manfaat khusus bagi pencernaan.
Setelah mengonsumsi banyak daging merah, teh herbal dapat membantu mengurangi rasa begah, kembung, atau mual ringan. Teh jahe, misalnya, dikenal efektif merangsang pergerakan lambung dan mengurangi gas di saluran cerna.
Sementara itu, teh peppermint membantu merilekskan otot-otot pencernaan sehingga rasa tidak nyaman berkurang. Teh hijau juga sering dipilih karena kandungan antioksidannya yang mendukung proses detoks alami tubuh.
Berikut ini 5 tips detoks setelah makan banyak daging dilansir dari Nutri:
1. Perbanyak Air Putih
2. Konsumsi Banyak Serat
3. Tambahkan Asupan Makanan Fermentasi
4. Hindari Makanan Manis
5. Konsumsi Teh Herbal


Setelah makan banyak, keseimbangan bakteri baik di usus bisa terganggu. Terutama jika sebelumnya memiliki pola diet dengan asupan serat dan probiotik rendah.
Yoghurt, tempe, kimchi, atau kefir mengandung probiotik yang membantu memperbaiki flora usus. Bakteri baik ini membantu memecah sisa makanan, mengurangi gas berlebih, dan menekan pertumbuhan bakteri jahat yang bisa memicu rasa tidak nyaman di perut.
Selain probiotik, tubuh juga membutuhkan prebiotik sebagai bagi bakteri baik. Bahan alami seperti pisang, bawang putih, bawang bombay, dan oat kaya akan prebiotik.
Setelah tubuh bekerja keras mencerna daging merah, menambahkan makanan berat lainnya justru dapat memperpanjang rasa tidak nyaman. Minuman dan makanan manis sementara waktu tidak disarankan untuk dikonsumsi.
Gula berlebih dapat memicu lonjakan gula darah dan meningkatkan peradangan di dalam tubuh. Selain itu, minuman manis juga menjadi sumber kalori besar tanpa manfaat nutrisi yang seimbang.
Mengurangi asupan makanan berat dan minuman manis memberi kesempatan bagi organ pencernaan untuk istirahat. Pilihan ini tidak hanya membantu meredakan perut begah, tetapi juga membuat energi terasa lebih stabil sepanjang hari.
Teh herbal telah lama digunakan sebagai pendamping setelah makan berat. Minuman ini tidak hanya menenangkan, tetapi juga memiliki manfaat khusus bagi pencernaan.
Setelah mengonsumsi banyak daging merah, teh herbal dapat membantu mengurangi rasa begah, kembung, atau mual ringan. Teh jahe, misalnya, dikenal efektif merangsang pergerakan lambung dan mengurangi gas di saluran cerna.
Sementara itu, teh peppermint membantu merilekskan otot-otot pencernaan sehingga rasa tidak nyaman berkurang. Teh hijau juga sering dipilih karena kandungan antioksidannya yang mendukung proses detoks alami tubuh.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
3. Tambahkan Asupan Makanan Fermentasi
4. Hindari Makanan Manis
5. Konsumsi Teh Herbal





