Kabar menyedihkan datang dari sebuah restoran populer di New York. Setelah 48 tahun beroperasi, restoran langganan artis Hollywood itu tutup karena alasan biaya.
Seiring berjalannya waktu, banyak restoran legendaris mulai tutup. Alasan penutupannya pun beragam, mulai dari pemilik restoran ingin pensiun, tidak ada penerus, hingga biaya operasional dan bahan baku semakin tinggi yang membuat restoran tidak mampu bertahan.
Restoran legendaris yang namanya dikenal di kalangan artis sekalipun belum tentu bertahan. Contoh saja Cafe Un Deux Trois ini.
Restoran Prancis di lingkungan elit kota New York ini dikenal sebagai tempat favorit para selebriti. Cafe Un Deux Trois mengumumkan penutupannya lewat unggahan di Instagram @cafedextrois. Unggahan tersebut juga disertai ucapan perpisahan mengharukan kepada manajer restoran, Randy St.Louis.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
“Setelah 48 tahun yang tak terlupakan, Cafe Un Deux Trois menutup pintunya dan dengan itu, kita ucapkan selamat tinggal para era yang ditandai oleh kepemimpinan luar biasa,” bunyi pesan tersebut.
Restoran di West 44th Street antara Broadway dan Sixth Avenue ini sudah mulai beroperasi pada tahun 1977. Pendirinya merupakan dua pengusaha Prancis, Gerard Blanes dan Georges Guenancia serta mitra dari Amerika yaitu Michael Moorse.
Impian awal mereka yaitu bisa menawarkan tempat dan makanan yang disukai masyarakat Manhattan. Rupanya menjadi kenyataan karena restoran Prancis ini menjadi tempat penting bagi banyak artis, khususnya para penonton teater broadway, lapor dailyrecor.com (5/1).
Cafe Un Deux Trois berkembang pesat pada tahun 1980-an ketia Robert De Niro, Al Pacino, Meryl Streep dan banyak artis lainnya mampir untuk makan. Beberapa dekade setelahnya, aktor Robert Downey Jr dan Scarlett Johansson juga turut mengunjungi restoran ini.
Tepat sebelum restoran tutup, Al Roker juga mampir terakhir kalinya untuk menikmati hidangan di sana dan berterima kasih kepada pemilih atas keramahan mereka selama bertahun-tahun.
Selama beroperasi, Cafe Un Deux Trois menggabungkan gaya bistro dengan hidangan klasik Amerika. Restoran ini memiliki suasana seolah berada di zaman kuno dengan lantai dan dinding yang sudah berusia 140 tahun. Menu makanan yang ditawarkan mulai dari hamburger, steak frites, crepes, hingga aneka macam pasta.
Lantas, apa yang membuat restoran ini tutup? Alasannya sama dengan kebanyakan restoran. Blanes mengungkap biaya-biaya mulai meroket. Harga sewanya juga sangat mahal.
Dilansir dari nypost.com (3/1), para karyawan restoran juga mengungkap bisnis ini dulunya sangat ramai waktu makan siang tiba. Namun lama kelamaan merosot, dimulai sejak pandemi.
Mungkin tidak mudah menjalankan bisnis kuliner yang sudah berdiri puluhan tahun. Blanes mengaku kesulitan, tetapi ia sangat bangga dengan restoran tersebut.






