3 Hal Penting yang Harus Diperhatikan agar Santan Tidak Pecah

Posted on

Masakan khas Indonesia banyak yang menggunakan campuran santan kelapa. Agar konsistensi santan tidak pecah, sebaiknya perhatikan cara memasaknya yang tepat.

Indonesia terkenal dengan ragam makanan khasnya yang berkuah kental dengan cita rasa gurih berempah. Di antaranya ada sajian rendang, gulai, tongseng, dan lainnya.

Masakan yang menggunakan santan ini karakteristiknya berbeda-beda. Tergantung pada jenis yang digunakan, seperti santan cair maupun kental.

Campuran kedua jenis santan ini memiliki tata cara memasak yang penting diperhatikan. Jangan biarkan masakan bersantan yang tengah diproses pecah. Karena, dapat menurunkan kualitas masakan.

Baca Juga:

Saat memasak dengan santan, pastikan menggunakan api kecil atau sedang. Jangan menggunakan api besar, karena akan meningkatkan suhu lebih tinggi.

Suhu yang tinggi akan membuat kandungan lemak dan air pada santan kelapa itu pecah. Sehingga menyebabkan tekstur gumpalan putih pada masakan.

Saat masak menggunakan tambahan santan kelapa, yang paling penting adalah terus mengaduknya. Cara mengaduknya juga harus perlahan dari bagian tengah ke luar.

Cara satu ini penting diperhatikan agar emulsi santan dalam kondisi stabil dan tidak menggumpal.

Selain santan murni dari perasan air kelapa, banyak orang menggunakan santan instan. Santan instan banyak ditawarkan di pasaran.

Kemasannya ada yang karton kecil maupun karton sebesar kotak susu. Santan instan juga ada yang berupa bubuk. Jenis santan ini tidak mudah pecah karena sudah melalui proses teknologi pangan yang membuat lemak dan airnya lebih stabil.
Santan instan juga biasanya melalui UHT atau sterilisasi, yang membuat struktur emulsi lebih stabil dan awet.

Berikut 3 hal yang penting diperhatikan saat memasak santan:

1. Masak dengan api kecil

2. Aduk terus-menerus

3. Gunakan santan instan