Demi sekolahkan sang putri hingga jadi sarjana, pria ini jualan adonan kue selama 15 tahun tanpa kenal lelah. Begini kisah inspiratifnya!
Kisah ketekunan seorang penjual makanan kaki lima keliling di Bengaluru, India, menjadi sorotan setelah dibagikan oleh seorang pengusaha dan investor lokal bernama Sandeep R. Ia berbagi lewat akun media sosialnya pada awal Januari 2026.
Selama hampir 15 tahun, Sandeep mengaku rutin membeli adonan untuk caminan tradisional khas India yaitu idli-dosa dari penjual yang sama, seorang pria bernama Raju. Setiap pagi Raju berjualan di sekitar Lalbagh Botanical Garden.
Raju membuka lapaknya dari pukul 06.00 hingga 10.00 pagi waktu setempat, menjajakan adonan segar yang menjadi kebutuhan utama makanan sehari-hari di kawasan tersebut.
Idli-dosa batter sendiri merupakan adonan fermentasi khas India Selatan yang terbuat dari campuran beras dan kacang urad dal yang direndam, digiling, lalu difermentasi.
Adonan ini digunakan untuk membuat idli, yakni kue kukus bertekstur lembut. Serta dosa, pancake ala India yang tipis dan renyah yang dimasak di atas wajan datar.
Karena proses pembuatan adonan dasarnya cukup memakan waktu dan membutuhkan teknik fermentasi yang tepat, banyak orang India memilih membeli adonan siap pakai dari penjual tradisional seperti Raju.
Usai menyelesaikan aktivitas berjualan pada pagi hari, Raju tidak langsung beristirahat. Ia melanjutkan hari dengan bekerja sebagai karyawan di tempat lain hingga sore atau malam.
Rutinitas dua pekerjaan tersebut dijalani secara konsisten tanpa banyak keluhan. Menurut Sandeep, alasan di balik kerja keras itu sederhana tapi kuat, yakni demi memastikan pendidikan sang anak berjalan lancar.
“Setiap hari dia menjalani dua pekerjaan. Tanpa keluhan untuk biaya menyekolahkan putrinya, sekarang sang putri sudah lulusan magister dan bekerja di perusahaan multinasional Biotech MNC,” tulis Sandeep dalam unggahannya.
Unggahan tersebut menuai respons luas dari netizen. Sejumlah pengguna media sosial membagikan pengalaman serupa tentang penjual makanan rumahan di lingkungan mereka, sekaligus menyampaikan rasa hormat terhadap kerja keras para orang tua.
“Komitmen orang tua dan pengorbanan seorang ayah,” tulis salah satu pengguna.
Ada pula yang menyoroti bagaimana penjual makanan skala kecil menjadi bagian penting dari kehidupan kota dan berperan besar dalam membesarkan generasi berikutnya.
“Salut sekali dengan kisah Raju, dia tak mau berjualan adonan kue di pagi hari dan lanjut bekerja sampai malam di pekerjaan berikutnya. Semua dilakukannya agar sang putri mendapatkan pendidikan dan kehidupan yang lebih layak,” pungkas netizen lainnya.






