Saat sarapan, penting memilih menu bernutrisi tepat agar pasokan energi terjaga. Hindari konsumsi menu sarapan paling buruk berikut yang masih sering dimakan tiap pagi.
Sarapan sering disebut sebagai waktu makan terpenting. Namun, beberapa pilihan menu sarapan justru memiliki sedikit protein dan serat, tinggi gula, karbohidrat halus, atau kalori kosong yang membuat energi cepat turun.
Dilansir dari Healthline (27/5), beberapa menu populer saat sarapan ternyata termasuk kategori buruk. Lebih baik kamu menghindarinya agar tak mudah lesu dan lemas.
Sereal sarapan yang tinggi gula memang praktis, tetapi kandungan proteinnya rendah. Meski praktis dan rasanya enak, sereal ini dapat membuat gula darah naik dengan cepat, lalu turun drastis. Efeknya rasa lapar dapat datang lebih cepat.
Pancake dan wafel umumnya dibuat dari tepung terigu putih yang minim serat. Saat disajikan dengan sirup atau topping manis, kandungan gulanya semakin tinggi. Menu ini memang bisa memberi energi sesaat, tetapi tidak membuat kenyang bertahan lama.
Roti putih dengan mentega sering dianggap sarapan sederhana dan cepat dibuat. Padahal, kombinasi ini didominasi karbohidrat halus dan lemak tanpa protein yang cukup. Dampaknya, tubuh cepat kembali merasa lapar.
Muffin terlihat seperti camilan sarapan yang mengenyangkan. Namun, banyak muffin dibuat dari gula, minyak, dan tepung olahan. Kalorinya tinggi, tetapi nilai gizinya rendah. Mengonsumsi muffin di pagi hari hanya membuat kenyang sesaat, tetapi tidak mendapat energi yang cukup.
Jus buah sering dianggap lebih sehat daripada minuman lain. Namun, proses pembuatan jus menghilangkan sebagian besar serat alami buah. Tanpa serat, gula dalam jus lebih cepat diserap tubuh. Alhasil, tubuh bakal lebih cepat drop.
Donat, cinnamon roll, dan pastry manis lain sejenisnya kerap jadi pilihan cepat di pagi hari, karena rasanya yang enak. Namun, makanan ini tinggi gula dan lemak, juga hampir tidak mengandung protein. Akibatnya, rasa kenyang tidak bertahan lama.
Yogurt sebenarnya bisa menjadi menu sarapan menyehatkan. Namun, yogurt berperisa sering mengandung tambahan gula dalam jumlah besar. Kandungan gula ini justru menutupi manfaat sehatnya.
Breakfast bar kemasan sering dipromosikan sebagai makanan praktis dan sehat. Faktanya, banyak produk ini termasuk makanan ultra-proses yang tinggi gula. Kandungan proteinnya pun cenderung rendah.
Bacon dan sosis sarapan tergolong daging olahan. Jenis makanan ini tinggi lemak jenuh dan natrium. Jika dikonsumsi terlalu sering, dampaknya kurang baik bagi kesehatan.
Kopi manis seperti latte, frappuccino, atau kopi dengan tambahan sirup dan krimer sering jadi pilihan praktis saat pagi hari. Namun, jenis kopi ini mengandung gula dan kalori yang cukup tinggi, sementara proteinnya rendah. Alhasil, meski kafeinnya memberi energi lebih, rasa kenyang tidak bertahan lama dan tubuh lebih cepat lapar.





